Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sementara Hanan Balkhy dan Hans Kluge telah memiliki pengalaman sebagai Direktur Regional WHO. Posisi tersebut dinilai memberikan akses dan jejaring yang lebih kuat terhadap para pengambil keputusan di organisasi kesehatan dunia.
Dicky menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan struktural bagi BGS. Terlebih, Indonesia disebut tidak memiliki kursi di Executive Board WHO pada sesi nominasi Januari 2027.
"Realistisnya, BGS menghadapi tantangan yang jauh lebih berat untuk membangun koalisi suara. Kekuatan utama BGS harus datang dari narasi Global South dan skala keberhasilan program domestik, bukan dari jaringan kelembagaan internal WHO," tegas Dicky.
Meski begitu, persaingan menuju posisi Direktur Jenderal WHO masih akan ditentukan oleh proses nominasi dan dukungan negara anggota. Setiap kandidat memiliki modal politik, diplomasi dan rekam jejak yang berbeda.
BGS sendiri membawa pengalaman sebagai Menteri Kesehatan Indonesia serta rekam jejak program kesehatan nasional sebagai modal dalam pencalonan. Keberhasilan membangun dukungan dari negara-negara Global South dinilai akan menjadi salah satu faktor penting apabila ingin memperbesar peluangnya.
Pemilihan Direktur Jenderal WHO periode 2027-2032 nantinya akan menjadi ajang perebutan dukungan negara anggota. Selain kapasitas teknis, kemampuan diplomasi dan membangun konsensus juga menjadi faktor penting dalam menentukan kandidat yang paling kuat.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.