Kapolda Aceh Pimpin Latihan Menembak PJU, dari Senjata Bahu hingga Sniper Jarak 200 Meter
ACEH BESAR Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh mengikuti latihan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak di Pusat Latihan (Puslat) Brim
NASIONAL
JAKARTA — Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan tiga pesan penting kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono. Masukan tersebut disampaikan sebagai langkah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dikembangkan pemerintah.
Prof Tjandra menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, terutama dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan.
Ia mengatakan pemerintah saat ini memiliki sejumlah rencana pengembangan MBG, mulai dari perluasan penerima manfaat hingga mencakup ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu, program juga diarahkan untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Baca Juga:
"Kita berharap agar rencana-rencana yang sudah dibicarakan ini memang akan diimplementasikan," ujar Prof Tjandra, dikutip Jumat(24/7/2026).
Menurutnya, perluasan program harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang lebih baik agar tujuan utama MBG dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai.
Prof Tjandra juga menyoroti pentingnya evaluasi setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di Garut. Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
"Tentu kita harapkan akan ada lagi perbaikan tata kelola program MBG," katanya.
Tiga Pesan Penting untuk Kepala BGN
1. Keamanan Pangan Harus Menjadi Prioritas
Prof Tjandra meminta BGN menjadikan keamanan makanan sebagai prinsip utama dalam menjalankan MBG. Menurutnya, kualitas makanan tidak boleh dikompromikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa makanan yang tidak aman dapat menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat.
2. Awasi Rantai Penyediaan Makanan dari Hulu hingga Hilir
Pesan kedua berkaitan dengan pengawasan seluruh proses penyediaan makanan. Menurut Prof Tjandra, pengendalian mutu tidak hanya dilakukan saat makanan berada di dapur penyedia atau sekolah.
ACEH BESAR Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh mengikuti latihan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak di Pusat Latihan (Puslat) Brim
NASIONAL
LANGKAT Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Langkat Datok Abd Rasyidin Pane menyampaikan ucapan Selamat Hari Olahraga N
POLITIK
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengajak masyarakat, khususnya jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara, menjadikan keteladana
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus mempersempi
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian angkat bicara mengenai memburuknya hubungan antara DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Bupati M
POLITIK
MEDAN Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak angkat suara mengenai kondisi Febiona Purba, 16 tahun, siswi
NASIONAL
PATI Ratusan siswa dan guru di dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga mengalami keracuna
PERISTIWA
JAKARTA Ketua DPP PDIP Deddy Y Sitorus menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY masih harus bekerja keras j
POLITIK
SERDANG BEDAGAI Tabrakan maut terjadi di ruas Tol MedanTebing Tinggi, tepatnya di Kilometer 54.700 Jalur A, Desa Melati, Kecamatan Pega
PERISTIWA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) melarang penggunaan susu kental manis, minuman rasa susu, hingga produk minuman yang mengandung susu d
NASIONAL