Sebelum Ditangkap di Apartemen, Tersangka Korupsi Bank Sumut Kembalikan Rp 2,2 M
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menerima pengembalian uang Rp2,2 miliar terkait perkara dugaan korupsi pencairan kred
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung. Warga yang berada di wilayah terdampak diminta menggunakan alat pelindung diri (APD).
Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rizal mengatakan paparan asap dan material vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Yang paling penting masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, terutama setelah melakukan aktivitas dan sebelum maupun sesudah makan," ujar Hamid, Selasa (8/9/2026).Baca Juga:
Hamid juga meminta masyarakat memastikan kebutuhan gizi seimbang terpenuhi. Menurutnya, asupan makanan bergizi dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara yang menurun akibat asap atau abu vulkanik.
"Pastikan kebutuhan gizi seimbang terpenuhi. Masyarakat harus mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap baik," katanya.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga diminta mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan tetap melakukan aktivitas fisik dengan menyesuaikan kondisi lingkungan. Dinkes Sumut turut mengingatkan warga menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Khusus warga yang beraktivitas di wilayah terdampak erupsi Gunung Sinabung maupun kawasan yang terpapar asap karhutla, Hamid menekankan pentingnya penggunaan APD untuk mengurangi risiko kesehatan.
Masker, pelindung mata, sarung tangan dan sepatu dapat digunakan sesuai kondisi serta tingkat paparan di lapangan.
"Kalau masyarakat berada di lokasi yang terdampak abu vulkanik atau erupsi, gunakan alat pelindung diri. Minimal menggunakan masker, kemudian pelindung mata, sarung tangan dan sepatu sesuai kebutuhan," jelas Hamid.
Menurutnya, penggunaan perlindungan tersebut penting untuk mengurangi kontak langsung dengan abu vulkanik maupun material lain yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap atau abu vulkanik semakin pekat. Warga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kondisi lingkungan dan perkembangan kebencanaan.
"Yang paling penting, ketika beraktivitas di wilayah yang memiliki risiko, masyarakat tetap menggunakan alat pelindung diri, baik risikonya rendah, sedang maupun tinggi," tegasnya.
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menerima pengembalian uang Rp2,2 miliar terkait perkara dugaan korupsi pencairan kred
HUKUM DAN KRIMINAL
ABU DHABI Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza, Nickolay Mladenov, mendesak Israel menjalankan komitmennya da
INTERNASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A.,menghadiri Rapat Pendapat Akhir Fraksi terhadap Rancangan KUAPP
PEMERINTAHAN
JAKARTA Momen Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjauhkan mikrofon Presiden Prabowo Subianto saat rapat membahas kebakaran h
POLITIK
MEDAN Febi Yona br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, kembali menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik, Medan, setelah diduga mengalami
PERISTIWA
MEDAN Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan terkejut mendengar keterangan saksi terkait dugaa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Agung T Kurniawan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara (Sumut). Posisi tersebut kini diis
PEMERINTAHAN
MEDAN Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat pap
KESEHATAN
MEDAN Indonesia memperkuat koridor rantai pasok dari Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan daya
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan kegiatan usaha yang tidak memilik
PEMERINTAHAN