BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

Kebakaran Belum Padam Tapi Sawit Mulai Ditanam, Prabowo Murka Minta Usut Cukong di Baliknya

Johan - Senin, 07 September 2026 18:55 WIB
Kebakaran Belum Padam Tapi Sawit Mulai Ditanam, Prabowo Murka Minta Usut Cukong di Baliknya
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diikuti pembukaan kebun sawit diselidiki. Permintaan itu disampaikan setelah mendapat laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengenai temuan di sejumlah wilayah.

Suharyanto melaporkan adanya dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan perkebunan baru di Kalimantan Barat. Bahkan, di sejumlah lokasi yang baru saja terbakar disebut sudah terlihat persiapan untuk penanaman sawit.

"Di Kalimantan Barat terlihat Bapak Presiden di gambar lokasi yang baru saja terbakar belum selesai kebakarannya di tempat lain lokasi itu sudah berubah menjadi pra-rencana penanaman pohon yaitu pohon sawit," kata Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Prabowo, Senin (7/9/2026).

Baca Juga:

Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta dugaan kesengajaan di balik pembakaran tersebut ditelusuri lebih lanjut. Presiden ingin diketahui apakah praktik tersebut dilakukan masyarakat maupun korporasi.

"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini rakyat atau korporasi, tolong diselidiki terus," tegas Prabowo.

Selain temuan di Kalimantan Barat, Suharyanto juga melaporkan adanya kasus pembakaran hutan di Jambi yang diduga dilakukan oleh orang suruhan.

Menurut Suharyanto, aparat menangkap pelaku yang disebut mendapatkan bayaran untuk melakukan pembakaran. Pelaku disebut menerima uang sebesar Rp500 ribu.

"Kami menangkap itu di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500.000 diberi upah begitu," ujarnya.

Laporan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mengusut faktor kesengajaan di balik sejumlah kasus karhutla. Prabowo sebelumnya juga telah meminta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.

Pemerintah juga didorong memperkuat pengawasan terhadap kawasan bekas karhutla untuk memastikan tidak terjadi perubahan fungsi lahan secara ilegal setelah kebakaran.

Prabowo meminta proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran maupun kemungkinan pembukaan perkebunan di lahan bekas kebakaran dapat diketahui.* (oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Geram Karhutla 'Sudah Kelewatan', Prabowo Minta Daftar Korporasi dan Ancam Cabut Total HGU
Viral Api Kepung Lereng Paropo Dekat Jalan Raya, 1,5 Hektare Lahan Akhirnya Berhasil Dijinakkan
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah - Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
458 Hektare Bukit Soeharto Terbakar, Prabowo Minta Kerahkan Armada 'All Out' Bentengi Zona Inti IKN
Lebih Baik Lebih daripada Kurang, Prabowo Minta Helikopter hingga Ekskavator Mini Disiapkan di Desa Rawan Karhutla
Sengaja Maupun Lalai Tetap Disikat, Menko Polkam Resmi Setop Aturan Bakar Lahan 'Kearifan Lokal'
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru