Dinkes Sumut Bantah Keras Isu Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Hilang Ingatan 70 Persen
MEDAN Dinas Kesehatan Sumatera Utara membantah kabar yang menyebut Febiona br Purba, siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis
KESEHATAN
MEDAN — Dinas Kesehatan Sumatera Utara membantah kabar yang menyebut Febiona br Purba, siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Faisal Hasrimy mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan fungsi otak Febiona dalam kondisi normal.
Pemeriksaan Electroencephalography (EEG) yang dilakukan di RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik juga tidak menunjukkan kelainan.Baca Juga:
"Hasil asesmennya normal, secara medis juga sudah bagus. Dua referensi dari Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Umum Provinsi Haji Adam Malik hasilnya bagus dan EEG-nya normal," kata Faisal di Kantor Dinkes Sumut, Kamis (10/9/2026).
Faisal mengatakan Febiona memang sempat mengalami kesulitan mengingat ketika baru sadar.
Namun, menurut dia, kondisi tersebut bersifat sementara dan saat ini sudah kembali normal.
"Enggak ada (hilang ingatan 70 persen). Iya (sempat hilang ingatan sebentar ketika sudah sadar) tetapi sekarang sudah normal. Dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan," tegas Faisal.
Selain pemeriksaan fisik, Febiona juga menjalani asesmen psikiatri. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya trauma.
Menurut Faisal, kondisi psikologis Febiona turut dipengaruhi perubahan perhatian publik yang mendadak tertuju kepadanya.
"Trauma, karena ya hasil asesmen tiba-tiba jadi fokus perhatian. Dia introvert. Orang pada kaget yang tadi tertutup jadi gembira, ada perubahan perilaku di psikis. Itu hasil dari tes psikiatri yang sudah kami jalani," terangnya.
Tim medis dan psikiater, kata Faisal, terus memberikan pendampingan. Kondisi Febiona juga akan dipantau selama proses pemulihan.
"Pastinya kita akan terus memantau. Hingga hari ini kondisi Febiona masih dalam perawatan, dan akan kita update kembali nantinya," kata Faisal.
Menurut Faisal, penjelasan lebih rinci mengenai kondisi medis Febiona nantinya dapat disampaikan oleh dokter penanggung jawab pelayanan.
Pernyataan Dinkes Sumut tersebut berbeda dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan keluarga Febiona.
Ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengatakan Febiona sempat tidak mengenali sejumlah anggota keluarga maupun teman sekolah yang datang menjenguk.
"Bibinya datang, dia bertanya: ini siapa? Adik-adiknya pun tak diingat. Bahkan kawan-kawannya di sekolah juga tak dikenalnya," kata Elvinus di kawasan RSUP Adam Malik, Senin (7/9/2026).
Elvinus juga mengatakan Febiona mengalami kesulitan berbicara karena perubahan kondisi pada bagian lidahnya.
"Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya," ujar sang ibu.
Febiona merupakan siswi berusia 16 tahun yang bersekolah di SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo.
Sebelum mengalami gangguan kesehatan, dia dikenal sebagai siswi berprestasi dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.
Gangguan kesehatan Febiona mulai terjadi setelah menyantap menu MBG dengan lauk ikan tongkol pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, Febiona mengalami pusing dan muntah hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Dia sempat dirawat di RSU Kabanjahe, kemudian RS Efarina Berastagi, RS Umum Haji Medan, hingga RSUP H Adam Malik.
Menurut keluarga, Febiona sempat mengalami kejang setelah diperbolehkan pulang sehingga kembali dibawa ke rumah sakit.
Di RSUP H Adam Malik, Febiona mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.
Saat ini, dia masih menjalani perawatan secara rawat jalan dan kontrol rutin.
Keluarga berharap Febiona segera pulih dan dapat kembali bersekolah.
"Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi bagaimana mau kami kasih sekolah kalau kondisinya seperti ini," ucap Elvinus.
"Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia ingin sekali kembali ke sekolah, bertemu teman-temannya," katanya.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya juga mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN Sudaryono menyebut terdapat kelalaian dalam penanganan bahan makanan, khususnya ikan.
"Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan. Ikan yang tidak disimpan di ruang pendingin lebih dari 12 jam menjadi penyebab. Dapur sudah ditutup, kepala SPPG sudah dicopot," tegasnya.
Kasus tersebut menyebabkan ratusan pelajar di Kabupaten Karo mengalami gangguan kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait ditutup dan kepala SPPG dicopot.
Kasus tersebut juga mendapat sorotan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Sumatera Utara.
Dalam aksi di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026), mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi pengelolaan program MBG.
Koordinator Daerah BEM-SI Sumatera Utara Sakti Pati Alam mengatakan evaluasi diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Pengelolaan MBG harus dievaluasi karena mengakibatkan banyak yang keracunan di Daerah Karo. Karena itu kami meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi agar tidak terjadi di daerah masing-masing," ujar Sakti.
Koordinator Media BEM-SI sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Angga Al Maaris, juga meminta kasus tersebut ditindaklanjuti.
"Kita melihat anak-anak yang terkena keracunan, seperti saudari yang di Karo, dia hilang ingatan. Ibunya, ayahnya, keluarganya, dia tidak tahu. Sehingga itu yang kami sampaikan tadi, ini perlu ditindaklanjuti," ucap Angga.
Menurut Angga, pihak yang bertanggung jawab harus ditindak agar kejadian serupa tidak berulang.
"Kita harus menuntut dan itu kami sampaikan tadi kepada Ibu Erni agar ini diselesaikan, agar ini dituntaskan," katanya.
"Kalau ini tidak dituntaskan, maka SPPG-SPPG yang lain akan sewenang-wenang, akan merasa tidak takut kalau mereka membuat keracunan. Sehingga perlu ini ditindaklanjuti dengan tegas, siapa pelaku-pelaku di balik keracunan ini, itu harus betul-betul ditindaklanjuti secara hukum," ungkapnya.
Sementara itu, Dinkes Sumut tetap menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis Febiona menunjukkan fungsi otaknya normal dan membantah kabar bahwa siswi tersebut kehilangan ingatan hingga 70 persen.
Perbedaan keterangan antara keluarga dan hasil pemeriksaan medis menjadi bagian dari penanganan yang masih berlangsung.
Kondisi Febiona akan terus dipantau selama menjalani proses pemulihan.* (km/ad)
MEDAN Dinas Kesehatan Sumatera Utara membantah kabar yang menyebut Febiona br Purba, siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis
KESEHATAN
SIDOARJO Satu sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa setelah sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, T
PERISTIWA
JAKARTA Harga HP Tecno, Infinix, dan Itel terpantau masih cukup stabil pada 11 September 2026. Ketiga merek ponsel yang berada di bawah
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Roy Suryo akan menghadapi sidang pokok perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Joko Widodo di Pengadil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Mahfud MD menilai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjenguk sejumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan Prog
NASIONAL
OlehBoy AnugerahTAK ada luapan emosi dan sindiran dalam pidato Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demo
OPINI
Oleh Shohibul Anshor SiregarRENCANA revolusioner pemerintah Indonesia untuk mengintegrasikan penerbitan Kartu Tanda Penduduk dengan pembuka
OPINI
MEDAN Perum BULOG Kantor Cabang Medan terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga p
EKONOMI
TAPTENG Konflik antara DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu disebut telah berakhir.Waki
PEMERINTAHAN