BREAKING NEWS
Selasa, 15 September 2026

Darurat Udara Kotor! Medan Diselimuti Asap Kiriman Tetangga hingga AQI Tembus Angka 103, BMKG Imbau Warga Waspada

Administrator - Selasa, 15 September 2026 10:09 WIB
Darurat Udara Kotor! Medan Diselimuti Asap Kiriman Tetangga hingga AQI Tembus Angka 103, BMKG Imbau Warga Waspada
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (26/07). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Kualitas udara di Kota Medan pada Selasa (15/9/2026) berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya konsentrasi partikulat PM2.5 yang disebut BMKG kemungkinan turut dipengaruhi kiriman asap dari provinsi tetangga.

Data Air Quality Index (AQI) menunjukkan kualitas udara Medan berada pada angka 103 berdasarkan pembaruan pukul 09.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat 36,3 µg/m3.

Sementara itu, prakirawan cuaca BMKG Wilayah I Medan Putri Afriza mengatakan konsentrasi PM2.5 yang terpantau lebih tinggi pada data BMKG. Konsentrasinya mencapai 56,6 µg/m3.

Baca Juga:

"Meningkatnya konsentrasi PM2.5 di Kota Medan pada sekitar pukul 04.00 WIB kemungkinan berkaitan dengan kondisi atmosfer pada malam hingga dini hari yang lebih stabil," kata Putri, Selasa (15/9/2026).

Menurut Putri, kondisi atmosfer yang stabil pada malam hingga dini hari dapat memengaruhi penyebaran polutan. Fenomena inversi suhu dapat membuat udara dingin terperangkap di dekat permukaan, sementara kecepatan angin yang relatif rendah dan kelembapan tinggi membuat partikulat lebih mudah terakumulasi.

Selain sumber emisi lokal, kontribusi partikulat dari wilayah lain juga perlu diperhitungkan. Penentuan sumbernya dapat dilihat dari arah dan kecepatan angin serta pola sebaran asap.

"Kondisi tersebut menyebabkan proses dispersi polutan menjadi kurang optimal, sehingga partikulat PM2.5 lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan. Selain sumber emisi lokal, kontribusi partikulat dari wilayah lain juga perlu dilihat berdasarkan arah dan kecepatan angin serta kondisi sebaran asap," ujarnya.

Putri mengatakan arah angin saat ini bertiup dari Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara. Kondisi tersebut membuat kemungkinan adanya kiriman asap dari wilayah provinsi lain perlu diperhatikan.

"Angin bertiup dari arah Tenggara-Selatan, dan kemungkinan kiriman asap dari provinsi tetangga," kata Putri.

BMKG juga memantau peta sebaran asap di Pulau Sumatera. Asap terdeteksi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Asap di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung terpantau bergerak ke arah Barat Laut. Sementara asap di Kepulauan Riau bergerak ke arah Barat Laut hingga Utara.

Secara umum, arah angin di Indonesia pada periode tersebut bertiup dari Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara. Pola angin dan sebaran asap tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam melihat kemungkinan kontribusi asap dari wilayah lain terhadap kualitas udara Medan.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Diproyeksi Rebound Hari Ini! Investor Langsung Cermati Gebrakan Menkeu Baru Suahasil di Tengah Tekanan Global
Cuaca Aceh Hari Ini 15 September: Hujan Mendominasi, Dua Daerah Berpotensi Hujan Sedang
Cuaca Sumut Hari Ini 15 September: Hujan Ringan Mendominasi, Sejumlah Daerah Udara Kabur
Cuaca Jakarta Hari Ini 15 September: Berawan di Semua Wilayah, Suhu Capai 35 Derajat
Cuaca Jabar Hari Ini 15 September: Cerah Mendominasi, Suhu Subang Capai 36 Derajat
Cuaca Jogja Hari Ini 15 September: Mayoritas Berawan, Suhu Capai 34 Derajat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru