Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Wali Kota Medan Rico Waas meninjau pembangunan Puskesmas Glugur Darat di Jalan Pendidikan, Kecamatan Medan Timur, Kamis (24/9/2026). Pembangunan ditargetkan rampung pada minggu ketiga Desember 2026.
Saat peninjauan, bangunan lama puskesmas telah dibongkar. Pekerja kini mulai mengerjakan fondasi untuk pembangunan gedung baru.
Selama proses pembangunan berlangsung, pelayanan Puskesmas Glugur Darat dipindahkan sementara ke Jalan Mustafa No. 4 Medan agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
Baca Juga:
Rico Waas mengatakan pembenahan puskesmas tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan.
"Kami ingin wajah dunia kesehatan Kota Medan ini jauh semakin baik lagi," kata Rico.
Menurut Rico, masih terdapat puskesmas yang fasilitasnya belum memberikan kenyamanan optimal bagi masyarakat, baik dari ruang tunggu maupun fasilitas pelayanan.
Karena itu, Pemko Medan membangun tiga puskesmas baru dan melakukan rehabilitasi besar terhadap 28 puskesmas lainnya. Tiga puskesmas baru tersebut yakni Puskesmas Glugur Darat, Puskesmas Jalan Bunga Melati di Kecamatan Medan Tuntungan, dan Puskesmas Jalan Rengas Pulau di Kecamatan Medan Marelan.
Ketiga puskesmas baru dirancang memiliki dua lantai dengan luas sekitar 1.200 meter persegi. Selain bangunan yang lebih luas, fasilitas tersebut juga disiapkan dengan instalasi gawat darurat (IGD) 24 jam.
Rico mengatakan keberadaan IGD di puskesmas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat, sebelum menentukan apakah harus mendapat penanganan di rumah sakit.
"Kalau terjadi emergency, ada opsi apakah harus ke rumah sakit atau bisa ke Puskesmas yang memiliki IGD ini," ujarnya.
Rico menargetkan pembangunan tiga puskesmas baru dan rehabilitasi 28 puskesmas lainnya selesai sebelum akhir 2026, tepatnya pada minggu ketiga Desember.
Namun, dia menegaskan pembenahan fasilitas harus disertai peningkatan kualitas pelayanan tenaga kesehatan.
"Jangan nanti sudah dibangun baru pelayanannya tidak bagus. Sayang sekali. Kami juga sambil merancang agar nantinya pelayanannya jauh lebih baik dengan fasilitas yang lebih baik," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, jumlah personel nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing puskesmas. Pemko Medan juga akan memperhatikan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pembenahan pelayanan kepada masyarakat.
"Yang terpenting kualitasnya yang kita tingkatkan. Cara melayaninya, dokter-dokternya apa kebutuhannya, apakah pelatihan yang lebih baik lagi, cara melayani masyarakatnya yang lebih baik lagi, itu yang kami mau," ujar Rico.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan mengatakan pengoperasian IGD 24 jam membutuhkan kesiapan sumber daya manusia secara lengkap.
Kesiapan tersebut mencakup dokter, tenaga kesehatan pendukung, farmasi, pelayanan obat dan unsur lainnya. Karena itu, penerapan layanan IGD 24 jam akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kesiapan SDM.
Rico juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai tidak baik. Menurutnya, evaluasi pelayanan dapat dilakukan sebelum pembangunan fisik selesai.
"Jangankan harus sudah selesai bangunannya, kalau sekarang pun tenaga medisnya tidak bagus, tinggal laporkan ke kita biar nanti diperiksa. Kita benahi," tegasnya.
Pemko Medan menargetkan pembangunan dan rehabilitasi puskesmas tersebut tidak hanya memperbaiki fasilitas kesehatan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.