BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

Kasus Influenza A di Medan Meningkat, Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit

Abyadi Siregar - Kamis, 01 Oktober 2026 20:32 WIB
Kasus Influenza A di Medan Meningkat, Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Walikota Medan, Kamis (1/10/26). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dinas Kesehatan Kota Medan memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A menyusul peningkatan kasus pada September 2026.

Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 15 kasus Influenza A dan 3 kasus Influenza B di Kota Medan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian Dinkes Medan.

Baca Juga:

Virus Influenza A memiliki karakteristik mudah menular dari satu orang ke orang lain dan menyerang sistem pernapasan.

"Faktor penyebab Influenza A ini adalah virus Influenza A yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain," kata Surya saat dikonfirmasi usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Walikota Medan, Kamis (1/10/26).

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus.

Salah satunya dengan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Medan telah mengeluarkan surat kesiapsiagaan terkait Influenza A untuk disosialisasikan kepada seluruh fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun rumah sakit.

Surat tersebut menjadi bagian dari langkah kewaspadaan agar fasilitas kesehatan siap menghadapi dan menangani masyarakat yang mengalami gejala influenza.

Surya mengatakan kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah masyarakat berisiko tinggi, terutama lansia, warga dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta pelaku perjalanan luar negeri.

"Karena sangat gampang menyebar, jadi memang terkait virus ini harus benar-benar diantisipasi supaya penyebarannya dapat diantisipasi dengan berbagai cara," katanya.

Di tingkat masyarakat, Surya mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah sederhana untuk mencegah penularan.

Masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun maupun hand sanitizer.

Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan untuk mencegah droplet menyebar kepada orang lain.

Penggunaan masker juga dianjurkan, khususnya bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala seperti batuk atau pilek.

"Dengan menggunakan masker juga sebagai salah satu pilihan bila mengalami gejala pilek ataupun batuk," jelasnya.

Surya mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Jika mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, perasaan lemah atau malaise, maupun nyeri otot atau myalgia, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti Puskesmas.

Menurutnya, gejala Influenza A pada awalnya dapat menyerupai flu biasa.

Karena itu, pemeriksaan dini penting dilakukan agar kondisi masyarakat dapat segera ditangani sesuai kebutuhan.

"Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, ataupun perasaan lemah atau malaise, maupun nyeri-nyeri otot atau myalgia," ujarnya.

Dinkes Medan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan tanpa panik.

Penerapan PHBS, etika batuk dan bersin, penggunaan masker ketika mengalami gejala, serta pemeriksaan lebih awal di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Influenza A di Kota Medan.

Selain meningkatkan edukasi kepada masyarakat, Dinkes Medan menerbitkan surat pemberitahuan kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit se-Kota Medan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap Influenza A.

Surat tersebut memuat sejumlah langkah kewaspadaan, di antaranya mengadakan penyuluhan dan menggerakkan masyarakat, termasuk organisasi masyarakat potensial, serta memanfaatkan kearifan lokal untuk mencegah penyebaran Influenza A.

Dinkes juga meminta Puskesmas melakukan skrining terhadap pasien yang mengalami gejala berupa demam lebih dari 38 derajat Celsius dan batuk, dengan durasi gejala tidak lebih dari 10 hari.

Skrining juga dilakukan terhadap pasien yang masuk ke rumah sakit dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celsius atau batuk, dengan durasi gejala tidak lebih dari 10 hari dan membutuhkan perawatan inap.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendeteksi dan menangani kasus Influenza A lebih dini.

Dengan peningkatan kasus yang tercatat hingga September 2026, Dinkes Medan meminta masyarakat tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

Kebiasaan hidup bersih, etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat mengalami gejala, serta pemeriksaan ke fasilitas kesehatan menjadi langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mencegah penularan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Tangkap 2 Tersangka Judol, Pemilik Situs Raup Keuntungan Rp300 Juta
1.000 Mobil Bakal Ramaikan Revora 2026 di Lapangan Merdeka, Rico Waas Dorong Ajang Otomotif Jadi Wadah Kreativitas Anak Muda
Porprovsu XII 2026 Makin Dekat, Rico Waas Pastikan Kebutuhan Atlet Medan Diperhatikan
Lahan Makam Warga Suka Maju Medan Penuh, Rico Waas Tawarkan TPU Simalingkar B
Dari 8 Persen Jadi 16,70 Persen, Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Dikebut
Pemko Medan Bantu Tebus Ijazah, 278 Siswa Terbebas dari Tunggakan Pendidikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru