BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Aksi Gercep Pemko Medan Tekan Stunting: Sisir Ibu Hamil Berisiko Hingga Baduta di Kelurahan

Abyadi Siregar - Rabu, 07 Oktober 2026 22:45 WIB
Aksi Gercep Pemko Medan Tekan Stunting: Sisir Ibu Hamil Berisiko Hingga Baduta di Kelurahan
DP3APMP2KB Kota Medan di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (7/10/2026). (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat upaya pencegahan stunting dengan melakukan pendampingan langsung terhadap keluarga berisiko hingga tingkat kelurahan. Monitoring dilakukan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan menyasar bayi di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil.

Monitoring tersebut dilakukan DP3APMP2KB Kota Medan di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga DP3APMP2KB Kota Medan Elviyanti Pohan, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Medan Tembung, Koordinator KB dan kader TPK.

Baca Juga:

Monitoring tersebut menjadi bagian dari penguatan program kesehatan masyarakat Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, khususnya dalam pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Salah satu sasaran monitoring adalah baduta berusia 1,4 tahun yang sebelumnya mengalami masalah berat badan kurang. Sebelum mendapatkan pendampingan, berat badan anak tercatat 7,5 kilogram dengan tinggi badan 65 sentimeter.

Setelah mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, berat badan terakhir anak meningkat menjadi 7,9 kilogram dan tinggi badan mencapai 78 sentimeter.

Meski berat badan anak sempat mengalami perubahan dari bulan ke bulan, hasil monitoring menunjukkan adanya perkembangan positif setelah keluarga mendapatkan pendampingan.

Dari sisi perkembangan, anak juga disebut telah menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan usianya, meski masih belum optimal.

Karena itu, kader TPK terus memberikan edukasi kepada keluarga terkait asupan makanan dan stimulasi perkembangan anak di rumah.

Orang tua dianjurkan memberikan makanan dengan menu yang beragam dan bergizi serta membatasi pemberian camilan dan makanan manis secara berlebihan.

Untuk membantu perkembangan anak, keluarga juga diminta memberikan stimulasi sesuai tahapan usia. Panduan stimulasi dapat mengacu pada Kartu Kembang Anak (KKA) agar orang tua dapat memantau kemampuan anak yang perlu dilatih.

Pantau Ibu Hamil Berisiko

Selain baduta, monitoring juga dilakukan terhadap seorang ibu hamil berusia 42 tahun dengan usia kehamilan delapan bulan.

Kehamilan pada usia tersebut menjadi salah satu faktor risiko karena usia ibu tergolong terlalu tua untuk kehamilan. Sebelum mendapatkan pendampingan, ibu hamil tersebut juga diketahui mengalami anemia.

Kader TPK kemudian memberikan pendampingan dan edukasi mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan, termasuk konsumsi makanan bergizi dan tablet tambah darah.

Setelah mendapatkan pendampingan, kondisi ibu hamil tersebut menunjukkan perubahan dan kini disebut sudah tidak mengalami anemia.

Pendampingan terhadap ibu hamil tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi, pola makan sehat, pemeriksaan kehamilan dan edukasi yang tepat menjadi perhatian dalam memastikan kesehatan ibu dan janin.

Setelah bayi lahir, upaya tersebut juga perlu dilanjutkan melalui pola pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk pemberian ASI eksklusif.

Elviyanti Pohan mengatakan monitoring secara langsung diperlukan untuk memastikan pendampingan kader TPK berjalan dan memberikan dampak kepada keluarga sasaran.

Menurutnya, setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendampingan harus dilakukan secara konsisten.

Pencegahan stunting, kata dia, perlu dimulai sedini mungkin, termasuk sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu dan edukasi pola hidup sehat.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, DP3APMP2KB Kota Medan berupaya memastikan keluarga berisiko mendapatkan edukasi, pemantauan dan intervensi yang sesuai untuk menekan potensi stunting sejak dini.

Kader TPK juga memiliki peran penting dalam proses tersebut. Selain melakukan pendataan, mereka mendampingi keluarga, memberikan edukasi dan memantau perkembangan kondisi sasaran secara berkala.

Pemko Medan menilai pendampingan yang dilakukan sedekat mungkin dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Realisasi Pajak Baru 64%: Wali Kota Medan Semprot Bapenda, Minta Agresif Kejar Target Rp 3,6 T
Harga Ayam di Medan Mulai Turun, Kini Rp 40 Ribu hingga Rp 43 Ribu per Kg
Kepung Kriminalitas Hingga Gang Sempit, Pemkot Medan Targetkan 10.000 CCTV Terpasang di 2027
Bukan Sekadar Cari Salah! Pemko Medan Rilis 'PengawasMU', Jurus Baru Awasi Kinerja Birokrasi Berbasis Digital
Kikis Cap 'Gotham City'! Pemko Medan & PWPM Cetak Pelajar Jadi Influencer Lewat Lensa Fotografi
Susu Opao Diduga Masih Jadi Menu MBG di SPPG Medan Tembung 3, Pengamat Minta APH Turun Tangan: Penuhi Unsur Formil dan Materil Pidana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru