Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
KORSEL – Dalam persiapan menjelang pemilihan umum (pemilu) Korea Selatan (Korsel) yang akan datang pada bulan April, munculnya sebuah partai konservatif baru telah memicu perdebatan yang hangat mengenai masa depan wajib militer di negara tersebut. Partai ini menyerukan agar perempuan juga diwajibkan untuk menyelesaikan wajib militer jika ingin berkarir di sektor kepolisian, pemadam kebakaran, atau lembaga pemasyarakatan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang kesetaraan gender dan peran perempuan dalam pertahanan nasional.
Saat ini, aturan wajib militer di Korea Selatan mewajibkan semua laki-laki yang sehat jasmani untuk mengabdi setidaknya selama 18 bulan di salah satu cabang angkatan bersenjata Korsel, sementara perempuan tidak diwajibkan. Namun, dihadapkan dengan populasi yang terus menyusut, para pemimpin Partai “New Choice” menganggap bahwa kebijakan tersebut tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.
Pendiri partai, Keum Tae-sup dan Ryu Ho-jeong, menyatakan bahwa wajib militer bagi perempuan tidak hanya akan membantu menyelesaikan konflik gender dalam masyarakat Korsel, tetapi juga dapat memperkuat militer negara tersebut. Dengan populasi militer yang semakin mengecil, mereka menganggap bahwa keterlibatan perempuan dalam wajib militer dapat membantu mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
Namun, proposal ini menuai kontroversi di masyarakat. Sejumlah pihak, seperti Han Ye-jung, seorang pengacara di Seoul, menentang keras usulan tersebut. Mereka berpendapat bahwa wajib militer harus tetap menjadi pilihan dan bukan kewajiban bagi perempuan. Ada juga kekhawatiran bahwa keterlibatan perempuan dalam wajib militer dapat menjadi alasan untuk menghubungkan wajib militer dengan peluang kerja di masa depan di sektor publik, yang dapat menimbulkan diskriminasi gender.
Di samping itu, beberapa analis mengajukan solusi alternatif untuk mengatasi masalah penurunan populasi di Korea Selatan. Solusi-solusi ini termasuk memperpanjang masa tugas militer bagi laki-laki dan peningkatan integrasi teknologi ke dalam angkatan bersenjata. Namun, kedua solusi tersebut juga memiliki kelemahan masing-masing.
Perdebatan tentang masa depan wajib militer bagi perempuan dan strategi pertahanan nasional Korea Selatan menjadi topik hangat dalam menjelang pemilu. Meskipun demikian, tak satu pun dari dua partai utama di Korea Selatan, baik Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa maupun Partai Demokrat yang beroposisi, berkomitmen untuk menerapkan wajib militer bagi perempuan. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan ketidakpastian dalam mengatasi tantangan pertahanan nasional yang dihadapi oleh negara tersebut.
(A/08)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA