PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
KORUT – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dengan tegas menyatakan bahwa Pyongyang tidak akan ragu untuk mengakhiri Korea Selatan jika negara itu diserang. Pernyataan tersebut dilontarkan Kim dalam situasi di mana hubungan antara kedua negara telah mencapai titik terendah baru. Korea Utara, yang memiliki senjata nuklir dan telah menjadikan Korea Selatan sebagai ‘musuh utama’, memperlihatkan tindakan keras dengan menutup lembaga-lembaga yang didedikasikan untuk reunifikasi dan penjangkauan, serta mengancam perang atas pelanggaran teritorial yang dianggap sekecil apapun.
Pada acara peringatan berdirinya militer negara tersebut, Kim Jong Un menegaskan kembali bahwa militer harus siap untuk ‘memusnahkan’ musuh jika terprovokasi, yang jelas merujuk pada Korea Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat. Gambar-gambar resmi yang dirilis oleh KCNA (Korean Central News Agency) menampilkan Kim berpegangan tangan dengan putrinya yang masih kecil, Ju Ae, yang beberapa analis menduga sedang dipersiapkan sebagai pemimpin berikutnya.
Dalam gambar-gambar tersebut, tampak Kim dan istrinya menerima sorakan antusias dari tentara berseragam militer, serta berfoto bersama komandan militer, menggambarkan citra otoritas dan kekuasaan yang diperlihatkan secara simbolis. Kim juga menegaskan bahwa keputusan baru-baru ini untuk mendefinisikan Seoul sebagai musuh utama adalah langkah yang tepat menurutnya.
Namun, sementara Kim Jong Un menunjukkan kekuatan dan ketegasannya, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menyatakan bahwa pemerintah Korea Utara yang dianggap ‘tidak rasional’ kemungkinan akan melakukan berbagai provokasi, termasuk serangan siber dan gangguan pesawat tak berawak, menjelang pemilu Korea Selatan pada bulan April.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Seoul memperingatkan Korea Utara bahwa rezim mereka akan menghadapi akhir jika mereka memulai perang. Parlemen Korea Utara bahkan memutuskan untuk menghapus undang-undang kerja sama ekonomi dengan Korea Selatan, menurut laporan KCNA.
Tindakan-tindakan keras ini sejalan dengan peningkatan pengujian senjata oleh Korea Utara, termasuk peluncuran rudal jelajah pada tahun ini. Para analis menduga bahwa senjata-senjata tersebut dapat dipasok oleh Korea Utara ke Rusia untuk digunakan di Ukraina, menambah kompleksitas situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Keseluruhan, ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan semakin memanas, dengan kedua belah pihak menunjukkan ketegasan dan kesiapan mereka dalam menghadapi ancaman yang datang.
(A/08)
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria bagi masyarakat yang berhak menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ata
NASIONAL
JAKARTA PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 1317 Apri
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau JK mempertanyakan mengapa isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo menjadi persoalan yang
POLITIK
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu rujuk
NASIONAL
JAKARTA Polemik sengketa lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas setelah kedua pihak yang berkonflik samasama mengkl
NASIONAL
JAKARTA TNI Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka yang sebelumnya rama
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan dalam pertemuan dengan Komando
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada para Ketua DPRD seIndonesia dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang menimpa nas
HUKUM DAN KRIMINAL