Tiga Parpol Kompak Bilang: Senyum Prabowo Diapit Jokowi-Gibran Lenyapkan Spekulasi Kerenggangan
JAKARTA Momen Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat p
POLITIK
JAKARTA-Dunia kembali dihebohkan oleh video seorang Pendeta Hindu India yang kontroversial, Yati Narsinghanand.
Dalam video itu, ia menyerukan pengikutnya untuk menyerang Mekkah dan merebut Ka’bah.
Video tersebut viral setelah diunggah sejumlah pihak di Twitter, salah satunya oleh kelompok pemantau Hindutva Watch.
Rekaman itu mengabadikan pidato Narsinghanand saat menghadiri acara Hindu Jagrati Samelan.
Dalam video itu, tak ada terjemahan perkataan Narsinghanand.
Namun, sejumlah video lainnya yang sudah dilengkapi terjemahan kemudian beredar di Twitter tak lama setelah itu.
Salah satu video itu diunggah oleh pengguna akun @shaikhshameela.
Melalui twitnya, warganet itu juga berupaya menjelaskan konteks omongan Narsinghanand itu.
“Dia menyerukan pengikutnya umat Hindu untuk menyerang pusat keagamaan besar Islam, Ka’bah, dan mengubahnya menjadi kuil Hindu Makkeshwar Maharaj, mengklaim air zamzam merupakan Gangga di Mekkah,” tulisnya, seperti Dilansir dari CNN Indonesia.
Ia kemudian melampirkan video yang sedang viral itu, lengkap beserta terjemahan perkataan Narsinghanand di bawahnya.
“Bangsa Hindu merupakan impian besar. Inilah mimpi Veer Savarkar, mimpi Shivaji. Kita semua harus punya mimpi ini. Bukan hanya Afghanistan, tapi kita juga harus menginvasi kuil di Mekkah itu,” ucap Narsinghanand di video itu.
Ia juga berkata, “Jika kita tak merebut Mekkah, jika kalian tak menaklukkan Mekkah, maka tak akan ada kekuatan di bumi ini yang bisa melemahkan Islam.
Kalian harus menaklukkan Mekkah. Kalian harus menyerang [Mekkah], yang dari mana kanker merebak.”
Berangkat dari video itu, warganet mulai menggali kembali internet dan menemukan pidato Narsinghanand di acara lainnya tahun lalu.
Video itu diunggah di YouTube milik Hindustan Times.
Dalam video itu, Narsinghanand juga menyerukan agar para pengikutnya mulai angkat senjata untuk melawan umat Islam.
“Pada 2029 atau 2034 atau 2039, seorang Muslim akan menjadi perdana menteri. Ketika seorang Muslim menjadi PM, 50 persen orang Hindu akan pindah agama. Sekitar 40 persen akan dibunuh, 10 persen akan tinggal di kamp pengungsi atau negara lain,” tuturnya.
Ia lantas berkata, “Jika kalian mau menghindari masa depan seperti ini, maka jadilah lelaki dan angkat senjata.”
Berdasarkan keterangan di YouTube milik Hindustan Times itu, Narsinghanand memang merupakan sosok yang kontroversial.
Saat video itu diunggah saja, pemimpin kuil Dasna Devi tersebut sedang menjalani proses peradilan terkait ujaran kebencian di negara bagian Haridwar. Namun, ia sedang bebas dengan jaminan.(WE)
JAKARTA Momen Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat p
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyebut kondisi transportasi laut Indonesia sudah masuk status darurat. Pernyataan itu disam
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia mengirim nota diplomatik keberatan kepada pemerintah Arab Saudi setelah uang muka penyelenggaraan Haji 2027 se
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan masih ada warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum mendapatkan
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung dijadwalkan hadir dalam sidang prape
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia dalam refleksi 81 tahun kemerdekaan Republik Indones
POLITIK
JAKARTA Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal profesi dan upah seorang perempuan
POLITIK
ENDE Gempa susulan masih berpotensi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores p
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset senilai sekitar Rp150 miliar yang berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan p
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional yang bertugas mengibark
NASIONAL