Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA -Pada Sabtu malam, 22 Februari 2025, Kantor Pers Vatikan mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan Paus Fransiskus masih kritis dan belum terbebas dari bahaya. Laporan medis terbaru menyatakan bahwa Paus Fransiskus mengalami komplikasi kesehatan serius yang memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit Agostino Gemelli, Roma.
Paus Fransiskus, yang telah dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari 2025 setelah didiagnosis pneumonia, kini menghadapi masalah pernapasan akibat asma yang berkepanjangan. Tim medis memberikan oksigen beraliran tinggi untuk membantu pernapasannya. Selain itu, tes darah menunjukkan adanya trombositopenia, sebuah kondisi yang berkaitan dengan anemia, yang memerlukan transfusi darah.
Meskipun masih sadar, laporan medis mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus 'menderita lebih dari hari kemarin,' menandakan penurunan kondisi kesehatan yang signifikan. Paus Fransiskus juga diketahui mengalami infeksi paru-paru yang rumit akibat bronkitis asmatik dan broniektasis, yang membuat pengobatannya semakin kompleks.
Kondisi Kesehatan yang Makin Rumit
Pada 18 Februari 2025, Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus mengalami pneumonia di kedua paru-parunya, dengan infeksi akibat berbagai mikroba yang muncul di atas kondisi paru-paru yang sudah lemah. Pengobatan yang diberikan melibatkan penggunaan kortison dan antibiotik.
Selain itu, kebimbangan semakin meningkat setelah beberapa sumber mengungkapkan bahwa persiapan pemakaman sedang dilakukan oleh Garda Swiss. Upacara pemakaman dianggap sebagai langkah yang mungkin perlu diambil, mengingat prediksi bahwa Paus Fransiskus mungkin tidak dapat bertahan dari pneumonia yang parah ini.
Paus Fransiskus sendiri dilaporkan mengatakan kepada orang-orang terdekatnya bahwa 'ia mungkin tidak akan berhasil kali ini,' yang memperlihatkan kesadaran beliau akan keterbatasan waktunya. Namun, meski dalam kondisi yang sangat serius, Paus Fransiskus tetap tenang dan mempercayakan kepemimpinan Gereja Katolik kepada Tuhan.
Persiapan Pemakaman dan Implikasi Kesehatan
Garda Swiss kini bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, dan beberapa sumber melaporkan bahwa peti mati dan lokasi makam Paus Fransiskus telah disiapkan. Persiapan ini dilakukan setelah Paus Fransiskus dirawat karena infeksi pernapasan yang kompleks dan terus mengalami penurunan kondisi.
Keputusan untuk mempertimbangkan pengunduran diri juga mencuat, mengingat usia Paus Fransiskus yang lanjut dan kondisi kesehatannya yang semakin memprihatinkan. Beliau telah menyatakan kesediaannya untuk mundur dari jabatannya jika kesehatannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugasnya. Pernyataan ini mengingatkan pada keputusan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 2013.
Namun, meskipun ada banyak ketidakpastian, harapan untuk kesembuhan Paus Fransiskus tetap ada. Dunia Katolik dan pengamat global berharap agar beliau dapat segera pulih dan melanjutkan kepemimpinannya.
(lp/a)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL