Pada 18 Februari 2025, Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus mengalami pneumonia di kedua paru-parunya, dengan infeksi akibat berbagai mikroba yang muncul di atas kondisi paru-paru yang sudah lemah. Pengobatan yang diberikan melibatkan penggunaan kortison dan antibiotik.
Selain itu, kebimbangan semakin meningkat setelah beberapa sumber mengungkapkan bahwa persiapan pemakaman sedang dilakukan oleh Garda Swiss. Upacara pemakaman dianggap sebagai langkah yang mungkin perlu diambil, mengingat prediksi bahwa Paus Fransiskus mungkin tidak dapat bertahan dari pneumonia yang parah ini.
Paus Fransiskus sendiri dilaporkan mengatakan kepada orang-orang terdekatnya bahwa 'ia mungkin tidak akan berhasil kali ini,' yang memperlihatkan kesadaran beliau akan keterbatasan waktunya. Namun, meski dalam kondisi yang sangat serius, Paus Fransiskus tetap tenang dan mempercayakan kepemimpinan Gereja Katolik kepada Tuhan.