"Kondisi ini membuka peluang emas untuk melanjutkan kenaikannya," ujar Haberkorn.
Namun, tantangan besar dihadapi oleh harga emas minggu ini, karena banyak data ekonomi AS yang akan dirilis dan bisa memengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga.
Beberapa data yang akan menjadi perhatian antara lain:
1. Lowongan Pekerjaan JOLTS AS (11 Maret 2025): Data ini akan memberikan gambaran tentang kondisi pasar tenaga kerja di AS dan bisa memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed.
2. Data Inflasi AS (12 Maret 2025): Inflasi AS periode Februari 2025 akan dirilis, dan setiap pergerakan harga yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap emas.
3. Harga Produsen AS (13 Maret 2025): Indeks harga produsen (PPI) AS juga akan menjadi perhatian, karena kenaikan harga produsen dapat menunjukkan adanya tekanan inflasi yang lebih tinggi.
Di sisi lain, China terus melanjutkan pembelian emasnya untuk bulan keempat berturut-turut, memberikan dukungan tambahan untuk pasar emas global.
Emas saat ini tengah memasuki pekan yang penuh dengan rintangan dan ketidakpastian.
Namun, berbagai faktor ekonomi, termasuk kebijakan suku bunga dan kondisi inflasi, akan menjadi penentu penting bagi arah pergerakan harga emas selanjutnya.