Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara mengenai pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi yang sempat mengungkapkan pernyataan kontroversial terkait teror kepala babi yang dikirimkan ke kantor Tempo.
Prabowo mengakui bahwa pernyataan tersebut merupakan kesalahan komunikasi dan menegaskan bahwa pernyataan Hasan Nasbi adalah sebuah kelalaian.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik setelah Hasan Nasbi menyebutkan, "Maksud saya adalah, ini adalah respons terhadap teror kepala babi yang dimaksudkan untuk 'dimasak saja', sebuah respons yang terinspirasi dari jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), yang dianggapnya merespons teror itu dengan santai.
" Tindakan ini kemudian menuai kritik karena dianggap tidak sensitif dan tidak pantas.
Saat bertemu dengan para pemimpin redaksi pada Senin (7/4/2025), Prabowo mengakui adanya kekurangan dalam komunikasi jajaran pemerintahan yang dipimpinnya.
Ia menekankan bahwa, meskipun banyak yang fokus pada kerja dan penyelesaian masalah rakyat, kesalahan komunikasi tetap harus diakui. Prabowo pun mengakui bahwa ia yang bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Benar sekali, saya akui bahwa 150 hari saya sendiri, menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya," kata Prabowo.
Presiden juga menjelaskan bahwa dalam fokus kerja dan penyelesaian masalah rakyat, komunikasi antara jajaran pemerintah dan publik menjadi kurang terjaga.
Dia mengungkapkan bahwa karena antusiasme untuk segera menyelesaikan masalah, ia mungkin kurang memperhatikan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat dan media.
Prabowo juga membahas terkait pernyataan Hasan Nasbi, yang menurutnya adalah sebuah kekeliruan karena banyak dari jajaran pemerintah yang baru dalam posisi tersebut dan kurang waspada dalam berbicara di depan publik.
Ia mengakui bahwa ini adalah salah satu hal yang perlu diperbaiki.
"Saya kira beliau menyesal, tetapi ini alasan yang saya bisa kasih adalah mungkin karena baru dalam posisi, pemerintahan yang selalu disorot, jadi kadang-kadang orang yang dari dunia perencana atau akademis, muncul di panggung publik, kurang cepat menyesuaikan," ujar Prabowo.
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA