Serangan ke UNIFIL Tewaskan Prajurit RI, Indonesia Pimpin Kecaman Keras di PBB
JAKARTA Indonesia memimpin pernyataan bersama di Perserikatan BangsaBangsa (PBB) yang mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga pe
INTERNASIONAL
JAKARTA -Sejumlah pendemo menggelar aksi tolak Undang-Undang (UU) TNI dengan mendirikan tenda di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR RI, Jalan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/4/2025) pagi.
Aksi ini dilakukan oleh kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai Bareng Warga.
Tenda-tenda tersebut didirikan dengan tujuan untuk menyampaikan penolakan terhadap UU TNI yang dinilai tidak akuntabel dan tidak melibatkan masyarakat dalam proses legislasi.
Aksi berlangsung dengan damai dan tanpa orasi.
Tiga tenda terlihat berdiri di sisi kiri Gerbang Pancasila, dan para pendemo terlihat beraktivitas santai seperti mengobrol, bermain kartu, dan makan siang.
Tumpukan boks makanan dan minuman terlihat di sekitar tenda yang dipasang.
Beberapa pendemo bahkan berencana untuk bermain catur sebagai bagian dari kegiatan mereka.
Salah seorang pendemo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk aksi damai dan bertujuan untuk mempromosikan kegiatan seru-seruan, seperti pameran buku, workshop membuat gelang, kalung, dan pin.
"Kita ingin bikin aksi damai, kegiatannya kemarin ada yang datang, dia bikin pameran buku, workshop bikin gelang, kalung, pin, main Uno, seru-seruan aja, main kartu, nanti mau main catur," ujarnya.
Pendemo menegaskan bahwa mereka tidak akan membubarkan tenda hingga tuntutan mereka, yaitu pembatalan UU TNI, dipenuhi.
Mereka juga menjelaskan alasan memilih lokasi aksi di depan Gerbang Pancasila, yang dianggap lebih dekat dengan masyarakat dan memungkinkan interaksi langsung dengan warga yang melintas.
"Kalau di sini kan deket masyarakat, jadi sekalian ada orang lewat kita sapa. Kalau di depan sana (Gerbang Utama DPR) kan lebih sepi," ungkap pendemo tersebut.
Tuntutan utama mereka adalah pembatalan UU TNI yang dianggap mengurangi akuntabilitas dalam proses legislasi dan memperluas peran militer di jabatan sipil.
Mereka menilai bahwa sebelum UU TNI disahkan, penempatan militer di jabatan sipil sudah lebih luas, sehingga keberadaan undang-undang tersebut hanya melegitimasi praktik yang sudah terjadi.
Aksi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga tuntutan para pendemo dipenuhi oleh pihak yang berwenang.*
(d/a)
JAKARTA Indonesia memimpin pernyataan bersama di Perserikatan BangsaBangsa (PBB) yang mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga pe
INTERNASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mengakselerasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi kor
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indones
NASIONAL
DELI SERDANG Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Deli Serdang, Sumatera Utara, rampung
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memanggil Ketua Pansus Hak Angket Haji DPR 2024, Nusron Wahid, dalam penyidikan kasus dug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kesul
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan anggota Ombudsman Republik Indonesia periode 20262031 di Istana Kepresidenan, Jak
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah jabatan Liliek Prisbawono Adi sebagai hakim konstitusi di Mahkamah Konst
NASIONAL