Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
PONOROGO – Sebuah makam yang diduga palsu dan dibangun mewah di Kelurahan Brotonegaran, Ponorogo, menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial.
Makam tersebut disebut-sebut sebagai makam Mbah Sobari, salah satu tokoh yang diyakini sebagai leluhur Pondok Pesantren Jenes.
Namun setelah ditelusuri, keberadaan makam tersebut dipertanyakan oleh warga dan ahli waris.
Proses pembongkaran makam dilakukan secara terbuka, disaksikan oleh warga setempat, pengurus lembaga makam, perwakilan LSM, serta diamankan oleh aparat TNI dan Polri.
Makam berukuran sekitar 3x3 meter persegi itu terlihat mencolok dengan struktur permanen, dikeramik, beratap genteng, dan dipagari besi.
Dibangun Saat Pandemi, Dibongkar Karena Aduan
Lurah Brotonegaran, Setyo Laksono Putro, membenarkan bahwa makam tersebut dibangun sekitar tahun 2020, saat pandemi COVID-19.
Pembangunannya berawal dari permohonan izin yang diajukan oleh seorang oknum ke kelurahan.
"Saat itu saya arahkan agar izin diajukan ke lembaga makam. Tapi ternyata oknum tersebut memberi informasi ke lembaga bahwa izin lurah sudah dikantongi," jelas Tyo, Minggu (13/4/2025).
Tyo menambahkan, aduan dari warga dan LSM masuk ke pihak kelurahan baru-baru ini.
Setelah aduan tersebut diterima, pihaknya memfasilitasi tiga kali mediasi antara tokoh masyarakat, lembaga makam, dan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris.
"Hasilnya, disepakati bahwa keberadaan makam tersebut dipertanyakan dan akhirnya warga memutuskan untuk membongkarnya. Ini bukan keputusan lurah saja, tapi hasil dari musyawarah bersama," ujarnya.
Makam Misterius yang Meresahkan Warga
Menurut keterangan warga sekitar, tidak pernah ada makam atas nama Mbah Sobari di lokasi tersebut sebelumnya.
Bahkan menurut ahli waris, Mbah Sobari diyakini mukso atau meninggal secara misterius dan tidak meninggalkan jejak makam.
"Masyarakat sudah lama resah dengan keberadaan makam itu, karena terlihat mencolok dan tidak seperti makam lainnya di area tersebut," lanjut Tyo.
Dengan dibongkarnya makam yang dianggap misterius ini, warga berharap tidak ada lagi penyalahgunaan izin pemakaman di kemudian hari.*
(d/a008)
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL
PALEMBANG Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi
NASIONAL