Minyak Dunia Anjlok Tapi BBM Belum Turun? Bahlil Buka Voice: Ada Jeda Evaluasi 2 Minggu
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tida
EKONOMI
MEDAN - Sistem pengelolaan hutan di Indonesia yang masih didominasi oleh hutan register dan konsesi, dinilai sebagai warisan kolonial yang terus melanggengkan ketidakadilan ekologis dan sosial. Bahkan menjadi instrumen rekolonisasi.
Hal ini diungkapkan Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya ('nBASIS), dalam analisisnya terhadap tata kelola kehutanan di Indonesia.
"Sistem hutan register dan konsesi yang kita warisi ini bukan sekadar peninggalan masa lalu. Tetapi sebuah struktur yang diadopsi pascakemerdekaan yang justru memfasilitasi eksploitasi sumber daya alam kita oleh aktor-aktor eksternal," ujar Shohibul Anshor Siregar kepada tim redaksi.
"Melalui lensa kritis, kita melihat bagaimana logika administratif kolonial terus dipertahankan. Meminggirkan hak-hak masyarakat adat dan membuka pintu bagi dominasi korporasi global," tambahnya.
Shohibul Anshor Siregar menjelaskan bahwa konsep hutan register, yang berakar pada kebijakan Belanda abad ke-19, memandang hutan sebagai lahan kosong (terra nullius) yang memudahkan ekstraksi sumber daya.
Sistem ini kemudian diadopsi melalui Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria dan dilanjutkan dengan UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang menurutnya mengabadikan logika kolonial dan mengabaikan klaim masyarakat adat.
Teori akumulasi melalui perampasan yang dikemukakan oleh David Harvey, menurut Shohibul, sangat relevan dalam konteks ini. Konsesi hutan telah menjadi alat bagi korporasi global untuk menguasai lahan di Indonesia dengan legitimasi negara, mengulang pola eksploitasi yang terjadi di era penjajahan.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa, deforestasi tahunan di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 1,2 juta hektar antara tahun 2015 hingga 2020 (FAO, 2020). Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat deforestasi tertinggi ketiga di dunia setelah Brazil dan Republik Demokratik Kongo.
Selain itu, tumpang tindih klaim lahan, lemahnya penegakan hukum, dan dominasi korporasi dalam pemberian konsesi semakin memperburuk krisis lingkungan dan sosial.
"Sebanyak 82% konflik agraria di Indonesia antara tahun 2015 dan 2022 melibatkan konsesi hutan (Konsorsium Pembaruan Agraria, 2023)," ungkap Shohibul.
Sementara itu, di Kalimantan, 63% kawasan hutan register mengalami alih fungsi ilegal menjadi perkebunan sawit (World Resources Institute, 2021). "Ini adalah bukti nyata kegagalan sistemik dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, ekologi, dan keadilan sosial," tegasnya.
Shohibul Anshor Siregar juga menyoroti fenomena rekolonisasi dan ekokolonialisme, di mana dominasi baru terjadi melalui kontrol atas sumber daya alam. Ia mengutip data bahwa 75% konsesi hutan produksi di Indonesia dikuasai oleh perusahaan multinasional (Greenpeace, 2022).
Perbandingan dengan studi kasus di Amazon Brazil menunjukkan paralelisme, di mana 34% deforestasi Amazon antara tahun 2000 dan 2020 terkait izin konsesi yang tumpang tindih dengan wilayah adat (INPE, 2021).
Shohibul lebih jauh menguraikan, konflik agraria di sektor kehutanan juga sangat erat kaitannya dengan pengabaian hak-hak masyarakat adat. Ia mengutip penelitian Colchester (2008) yang menunjukkan, 90% konflik hutan di Asia Tenggara melibatkan masyarakat adat.
Di Indonesia, dari total 42 juta hektar klaim hutan adat, baru 21,3 juta hektar yang diakui secara hukum (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, 2023). "Ini jelas menunjukkan kegagalan negara dalam mengintegrasikan prinsip keadilan lingkungan ke dalam kebijakan kehutanan," tegasnya.
Menyikapi kondisi ini, Shohibul Anshor Siregar mendesak adanya reformasi mendasar dalam tata kelola hutan di Indonesia. Beberapa rekomendasi kebijakan yang ia ajukan meliputi pemisahan hutan register dari kepentingan komersial melalui amandemen UU Kehutanan.
Kemudian, adopsi model Community Forest Rights seperti di Meksiko, transparansi data spasial konsesi kepada publik, penerapan sanksi berat bagi pelanggar hukum kehutanan, percepatan sertifikasi hutan adat, dan integrasi teknologi untuk pemantauan deforestasi secara real-time.
Sistem hutan register dan konsesi di Indonesia, menurutnya, bukan sekadar warisan masa lalu. Tetapi telah bertransformasi menjadi bentuk rekolonisasi melalui dominasi korporasi global dan marginalisasi masyarakat adat.
"Sudah saatnya kita melakukan dekolonisasi tata kelola hutan, mengutamakan keadilan lingkungan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat dalam setiap kebijakan kehutanan," pungkasnya.*
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tida
EKONOMI
JAKARTA Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima dua aduan terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Ra
NASIONAL
ACEH Prakiraan cuaca Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di sebagian besar kabupaten dan kota. Sejumlah wilayah lai
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca Sumatera Utara pada Selasa, 13 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Sementara
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca DKI Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah di lima wilayah administrasi. Sementara itu, w
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca Jawa Barat pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga berawan di sebagian besar kabupaten dan
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah hingga cerah cerahbera
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca Bali pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah di sebagian besar kabupaten dan kota. Sementara itu,
NASIONAL
JAKARTA Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru. Ruben dilaporkan telah membuat dua laporan polisi ke Polda Metr
ENTERTAINMENT
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden
POLITIK