Dari Ahli Teknologi hingga Menteri, Prabowo Siapkan Tanda Jasa Jelang HUT ke-81 RI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto akan menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa
NASIONAL
MEDAN - Persoalan klaim empat pulau di Aceh yang disebut-masuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), memantik sorotan tajam dari akademisi dan pengamat kebijakan publik, Shohibul Anshor Siregar.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhamatera Utara (UMSU) ini menegaskan, jika benar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah disurati sejak 2017 namun tak kunjung direspons, ini menunjukkan pembiaran serius dan abainya pemerintah pusat terhadap persoalan fundamental yang bisa memicu konflik.
"Ini bukan sekadar masalah administratif, melainkan menyangkut kedaulatan wilayah dan hak-hak masyarakat adat yang mendiami pulau-pulau tersebut," tegas Shohibul Anshor Siregar, Senin (2/6/2025).
"Jika Kemendagri sudah disurati sejak 2017 namun tidak digubris, ini adalah preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan dan keadilan spasial di Indonesia," katanya.
Shohibul menekankan pentingnya dasar hukum yang jelas dalam penentuan batas wilayah. Menurutnya, klaim sepihak tanpa landasan yuridis yang kuat, hanya akan memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan publik. Proses penentuan batas wilayah seharusnya melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Ia juga menyoroti akuntabilitas Kemendagri. "Ketidakresponsifan Kemendagri selama bertahun-tahun adalah bentuk kelalaian serius," ujarnya.
Fungsi Kemendagri sebagai pembina dan pengawas urusan pemerintahan daerah, katanya, seharusnya proaktif dalam menyelesaikan sengketa batas wilayah, bukan justru mendiamkan.
Lebih jauh, Shohibul mempertanyakan alasan di balik pembiaran ini. "Ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa aduan yang menyangkut kedaulatan wilayah sebuah provinsi bisa diabaikan begitu saja? Apakah ada motif lain di balik pembiaran ini, ataukah memang ada ketidakmampuan birokrasi dalam menangani masalah sekompleks ini?" cetusnya.
POTENSI KONFLIK
Dampak dari pembiaran ini, lanjut Shohibul, adalah terciptanya ketidakpastian hukum bagi masyarakat di pulau-pulau yang disengketakan.
Mereka akan kesulitan dalam mengakses layanan publik, mengurus administrasi kependudukan, hingga persoalan kepemilikan lahan.
"Lebih jauh, situasi ini berpotensi memicu konflik antara masyarakat atau pemerintah daerah dari kedua provinsi jika tidak segera ditangani secara serius," kata Shohibul.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto akan menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto ba
POLITIK
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi majelis hakim P
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (12/8/2026). IHSG naik 105,96 poin atau 1,69
EKONOMI
JAKARTA Polisi mengungkap sosok yang mengajukan tantangan hafalan Al Quran berhadiah minuman keras (miras) dalam acara The Sounds Projec
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut transaksi senilai Rp
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman meski telah mencap
EKONOMI
JAKARTA Tim kuasa hukum Febrie Adriansyah meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan secara dini dengan perkara hukum yang tengah dijalani
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, menjadi perhatian
NASIONAL
JAKARTA Polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo yang disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agu
NASIONAL