Disdik Kota Medan Terima Aduan Dugaan Kekerasan Guru terhadap Siswa SD
MEDAN Sejumlah orang tua dan murid SD Negeri 060807 Medan Kota mengadukan dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru kepada Dinas Pendid
PENDIDIKAN
JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kekayaan Indonesia yang hilang selama masa penjajahan Belanda.
Dalam forum Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6), Prabowo menyebutkan hasil riset terbaru yang menunjukkan Belanda mengambil kekayaan Indonesia senilai 31 triliun US Dollar berdasarkan nilai saat ini.
"Ada suatu research berapa minggu lalu, yang menceritakan kepada kita bahwa selama Belanda menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai dengan uang sekarang senilai 31 triliun US Dollar," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan angka tersebut sangat fantastis, karena jumlahnya setara dengan 18 kali Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia saat ini yang mencapai 1,5 triliun US Dollar, atau sekitar 140 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 yang sebesar Rp 3.621 triliun.
"Kekayaan yang telah diberikan atau diambil dari bangsa Indonesia adalah sama dengan mungkin 18 kali seluruh produksi bangsa Indonesia, 18 kali GDP kita, atau sama kurang lebih 140 tahun anggaran, anggaran kita 140 tahun," lanjut Prabowo.
Ia juga menyoroti fakta bahwa selama penjajahan, Belanda menikmati GDP per kapita nomor satu di dunia, berkat kekayaan yang diambil dari Indonesia.
Namun, Prabowo optimistis Indonesia kini mampu menjaga dan mengelola kekayaan bangsanya dengan baik. Ia menargetkan Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan GDP terbesar di dunia dalam waktu dekat.
"Hampir semua lembaga-lembaga ekonomi dunia sudah meramalkan bahwa ekonomi Indonesia menjadi mungkin 6 besar atau 5 besar dunia dalam waktu yang tidak lama lagi, 2045 hanya 20 tahun lagi," katanya.
Prabowo juga menegaskan keyakinannya untuk mengatasi kemiskinan jauh sebelum tahun 2045.
"Saya optimis, setelah saya mempelajari angka-angka saya optimis kita bisa hilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia jauh sebelum 2045. Itu keyakinan saya, dan itu tekad saya. Itu tekad saya, tekad pemerintah saya, dan itu keyakinan saya," tutup Presiden.*
(gn/j006)
MEDAN Sejumlah orang tua dan murid SD Negeri 060807 Medan Kota mengadukan dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru kepada Dinas Pendid
PENDIDIKAN
PEKANBARU Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sekolah di Kota Pekanbaru, Riau, diliburkan akibat kabut asap kebakaran
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan anggapan bahwa guru menjadi satusatunya pihak yang wajib mencicipi makanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah mewajibkan pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hadir sejak dapu
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, telah dibuka kemba
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengoptimalkan 21 daerah irigasi sepanjang 2026 untuk meningkatkan luas lahan pertanian p
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2026 dengan pendapa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Rupiah turun 2 poin atau sekitar 0,01 ke level Rp17.725 per
EKONOMI
JAKARTA Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai nilai tukar rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya
EKONOMI
NAGEKEO Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya baru datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026), sete
NASIONAL