Kak Na Hadiri Buka Puasa Bersama Gekrafs Aceh, Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
BANDA ACEH Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh, Marlina Muzakir, mendorong generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Ekonomi Kre
EKONOMI
Padangsidimpuan - Sejumlah wartawan yang tergabung dalam organisasi Mata Pena Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Wali Kota Padangsidimpuan pada Senin (16/6).
Aksi ini merupakan bentuk protes atas kebijakan Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang memangkas anggaran media, termasuk berlangganan koran dan layanan kliping berita online.
Dalam aksi yang berlangsung damai namun penuh semangat tersebut, para jurnalis menyuarakan kekecewaan mereka terhadap keputusan yang dinilai melemahkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.
"Apa yang dilakukan pemerintah hari ini bukan sekadar pemotongan anggaran, ini upaya sistematis membatasi ruang gerak pers," ujar Erik Astrada dalam orasinya.
Erik juga meminta agar Wali Kota segera mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Dinas Kominfo Nurcahyo Budi Susetyo, yang dinilai gagal membangun komunikasi dengan insan pers. Ia menyebut alasan efisiensi anggaran tidak relevan jika justru sektor strategis seperti media yang dikorbankan.
Senada dengan Erik, Erijon Damanik menegaskan bahwa media lokal bukanlah sekadar alat dokumentasi. "Wartawan bukan tukang kliping. Kami adalah pilar demokrasi dan pengawal suara rakyat. Ini bentuk pembungkaman jika dibiarkan," tegasnya.
Aksi ini diterima oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Rahmat Marzuki, Kadis Kominfo Nurcahyo, dan Kasatpol PP. Dalam tanggapannya, Nurcahyo berdalih bahwa penghentian kliping didasarkan atas temuan BPK dan akan dibahas kembali dengan seluruh OPD.
Namun, situasi semakin memanas saat massa aksi melanjutkan unjuk rasa ke DPRD Kota Padangsidimpuan untuk mencari klarifikasi atas tudingan bahwa DPRD yang melakukan pemangkasan anggaran.
Wakil Ketua DPRD Taty Aryani Tambunan dengan tegas membantah tudingan tersebut. "Kami tidak pernah memangkas anggaran media. Jangan lempar batu sembunyi tangan," ujarnya.
Aksi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan memunculkan pertanyaan serius tentang transparansi anggaran serta komitmen pemerintah terhadap kebebasan pers.
Para jurnalis yang tergabung dalam aksi tersebut menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan demi keuntungan pribadi, melainkan demi menjaga marwah pers sebagai pengawal demokrasi dan penyambung lidah rakyat.*
BANDA ACEH Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh, Marlina Muzakir, mendorong generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Ekonomi Kre
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh menggelar kegiatan Iftar Jama&039i atau buka puasa bersama yang dihadiri pengurus dan wa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komi
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Riau, semakin meluas. Hingga Sabtu (14/3/2026), kebakaran di Kelur
PERISTIWA
PEKANBARU Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Riau, semakin meluas. Hingga Sabtu (14/3/2026), kebakaran di Kelur
PERISTIWA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa mereka tidak memiliki kewajiban untuk me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sebanyak 19 warga negara Indonesia yang merupakan nelayan asal Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand setelah diduga melakukan p
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator
POLITIK
MEDAN Proses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan telah mencapai leb
PEMERINTAHAN
MEDAN Menjelang Idul Fitri, umat Muslim di Indonesia diwajibkan untuk membayar zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri setelah sebula
AGAMA