JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi tinggi kinerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah Juliana De Souza Pereira Marins (27), pendaki asal Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kunjungannya ke Kantor Basarnas di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (30/6/2025), Raja Juli menyampaikan pujian atas profesionalisme tim SAR Indonesia, yang menurutnya telah diakui oleh dunia internasional.
"Saya harus mengatakan bahwa Basarnas kita keren. Sudah berkali-kali mendapat pengakuan dunia internasional, dengan sertifikasi dan nilai yang sangat baik. Setara dengan tim-tim dari Amerika, Kanada, Singapura, hingga Australia," ujar Raja Juli.
Ia menambahkan, kemampuan teknis Basarnas sudah tidak perlu diragukan lagi, menyebut skor penilaian internasional Basarnas pernah menyentuh angka 92.
Tak hanya mengapresiasi Basarnas, Menteri Raja Juli juga menyoroti peran luar biasa para relawan dalam proses pencarian dan evakuasi Juliana Marins, termasuk komunitas lokal seperti Agam Rinjani dan tim penyelamat sukarela lainnya.
"Relawan-relawan yang terpanggil hatinya dan jiwa raganya patut kita beri apresiasi. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja dengan ketulusan," kata Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Meskipun evakuasi berjalan baik, Raja Juli menyebutkan bahwa pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian, termasuk kesiapan mitigasi risiko di kawasan wisata alam seperti Gunung Rinjani.
"Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar dilakukan evaluasi total terhadap SOP pengamanan di lokasi-lokasi pendakian. Kita harus pastikan peristiwa serupa tak terulang kembali," tegasnya.
Juliana Marins diketahui terjatuh saat melakukan pendakian di jalur Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6).
Setelah proses pencarian intensif selama beberapa hari oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, relawan lokal, dan warga, jenazah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari medan curam.
Jenazah Marins sempat disemayamkan di RS Bhayangkara Polda NTB di Mataram sebelum akhirnya dipindahkan ke Bali untuk proses repatriasi.
Juliana dikenal sebagai seorang petualang dan penggiat traveling asal Brasil.