Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAMBI -Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi hari ini menjadi lokasi digelarnya aksi damai yang diinisiasi oleh Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi.
Aksi ini menjadi sorotan publik karena membawa sederet tuntutan serius terhadap dugaan maladministrasi dan lemahnya penegakan hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh.

Massa yang terdiri dari awak media, aktivis, dan perwakilan masyarakat mulai berkumpul sejak pukul 09.00 WIB. Mereka menyuarakan aspirasi dan keprihatinan mendalam atas berbagai permasalahan hukum yang terjadi di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci, yang dinilai tidak ditindaklanjuti secara serius oleh aparat kejaksaan setempat.
"Kami datang hari ini bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk menuntut keadilan dan transparansi. Ada kegelisahan besar di tengah masyarakat Sungai Penuh terkait kinerja penegakan hukum," tegas Tri, salah satu orator dalam aksi tersebut.
Dalam pernyataannya, AWaSI Jambi membeberkan lima tuntutan utama, yaitu:
Evaluasi total terhadap kinerja Kejari Sungai Penuh oleh Kejati Jambi dan Kejaksaan Agung RI.
Pengaktifan kembali Kepala Kejari Sungai Penuh disertai dengan pemeriksaan internal yang objektif dan transparan.
Audit dan investigasi laporan korupsi yang mandek, terutama yang melibatkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Transparansi penanganan laporan masyarakat, termasuk sistem informasi publik terkait perkembangan kasus.
Pelaporan dan pemrosesan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum di tubuh Kejari Sungai Penuh.
Massa aksi juga menyerahkan surat mosi tidak percaya kepada Kejati Jambi, lengkap dengan dokumentasi pemberitaan dan laporan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pihak Kejari Sungai Penuh.
Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah awal perjuangan menuju kejaksaan yang bersih dan berintegritas.
"Kami akan terus memantau dan mengawal setiap perkembangan kasus ini. Ini bukan akhir, tapi awal dari perlawanan terhadap praktik hukum yang tidak adil dan tidak akuntabel," tegasnya.
Meski tidak ada perwakilan resmi dari Kejati yang menemui massa aksi secara langsung, kegiatan berjalan tertib dan mendapat pengamanan penuh dari aparat kepolisian.*
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK