BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

SBY Pilih Jalur Seni, AHY Sebut Politik Kadang Tak Mampu Menembus Hati Rakyat

Muhammad Taufik - Selasa, 01 Juli 2025 22:27 WIB
SBY Pilih Jalur Seni, AHY Sebut Politik Kadang Tak Mampu Menembus Hati Rakyat
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (foto: indopop)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup melalui jalur seni. Ia resmi merilis video musik "Save Our World", sebuah karya yang sarat pesan moral dan seruan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Peluncuran video musik tersebut digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025), dan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Lagu "Save Our World" merupakan karya orisinal SBY yang diciptakannya pada tahun 2010, setelah mengikuti konferensi internasional perubahan iklim dan penyelamatan hutan di Oslo, Norwegia.

Putra sulung SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa ayahnya kini memilih menyampaikan pesan melalui bahasa seni, karena politik kadang tidak mampu menjangkau hati masyarakat.

"Lagu ini adalah ciptaan Pak SBY yang sarat akan pesan moral dan ajakan untuk do something. Sebuah call to action," ucap AHY dalam sambutannya.

"Seni adalah bahasa jiwa. Musik adalah bahasa universal yang menyentuh di mana politik kadang gagal menjangkau," lanjutnya.

AHY juga menekankan bahwa menyelamatkan lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama.

"Kita ingin Indonesia tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Kita ingin Indonesia maju tanpa menebang harapan," tegas AHY, sembari menyebut bahwa visi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Versi terbaru video musik "Save Our World" menampilkan aransemen musisi Tohpati dan disutradarai secara sinematik oleh DossGuaVA XR Studio, diproduksi oleh The Yudhoyono Institute. Proyek ini juga melibatkan 35 musisi lintas generasi dan genre, termasuk:

(Almh.) Titiek Puspa

Ernie Djohan

Titiek Sandhora

Yuni Shara

Andy /rif

Sandhy Sondoro

Saykoji

Toton Caribo

Ayuenstar

PB Glas

Lagu ini sebelumnya telah dirilis dalam dua versi: versi Bahasa Indonesia berjudul "Untuk Bumi Kita" dan versi Bahasa Inggris "Save Our World" yang dibawakan oleh penyanyi Amerika, Jeffrey Pescetto.*

(km/j0060

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru