Voting Alot hingga Dini Hari, Muktamar NU Sepakati Mekanisme AHWA
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan Ah
NASIONAL
JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya menyelesaikan pemeriksaan selama 9 jam oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (15/7/2025).
Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop untuk pendidikan senilai Rp 9,9 triliun.
Usai pemeriksaan, Nadiem menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Kejagung atas kesempatan yang diberikan untuk menjelaskan keterangannya terkait kasus tersebut.
"Saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Kejaksaan karena memberikan saya kesempatan untuk memberikan penerangan terhadap kasus ini," ujar Nadiem singkat di halaman Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan.
Saat ditanya wartawan mengenai materi pemeriksaan, Nadiem memilih tidak menjawab dan langsung meminta izin untuk pulang.
"Izinkan saya kembali ke keluarga saya," katanya sebelum masuk ke mobilnya.
Pemeriksaan Kedua
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyebut kehadiran Nadiem sangat penting dalam pengembangan kasus ini.
"Ini momen penting karena penyidik sudah melakukan pengumpulan bukti, pemanggilan berbagai pihak, dan analisis dokumen serta barang bukti elektronik," jelas Harli.
Pemeriksaan pada hari ini merupakan yang kedua bagi Nadiem. Sebelumnya, ia sudah diperiksa pada Senin, 23 Juni 2025, selama hampir 12 jam.
Belum Ada Tersangka
Meski pemeriksaan sudah menyasar mantan menteri, staf khusus, sekretaris pribadi, hingga petinggi perusahaan transportasi yang pernah dipimpin Nadiem, Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Harli menyatakan bahwa pihaknya masih menghitung potensi kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut.
"Kami masih terus mendalami dan menghitung kerugian negara secara menyeluruh," katanya.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari proyek pengadaan laptop Chromebook untuk kebutuhan digitalisasi pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp 9,9 triliun. Diduga, terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, termasuk mark-up harga dan pelibatan vendor yang tidak sesuai prosedur.*
(j006)
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan Ah
NASIONAL
MOSKWA Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.
INTERNASIONAL
KEBUMEN Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga petuah Jawa yang disebutnya masih relevan dalam kehidupan saat ini. Pesan
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis sepanjang perdagangan sepekan pada 2428 Agustus 2026. Di saat yang sama, investo
EKONOMI
TAPTENG Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Simpang Labingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera U
PERISTIWA
BANDA ACEH Ustaz Prof. Dr. Ali Abubakar, MA mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memb
AGAMA
KATHMANDU Banjir dahsyat dan longsor melanda kawasan dekat perbatasan ChinaNepal dan menewaskan sedikitnya 682 orang. Dari jumlah tersebu
INTERNASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menutup rangkaian Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tamba
NASIONAL
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah ketentuan penetapan status
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 9.765 gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7
NASIONAL