PMPHI Serukan Orangtua Larang Anaknya Makan MBG
MEDAN Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat, menyerukan agar seluruh orang tua siswa melara
KESEHATAN
JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menyampaikan penolakan keras terhadap rencana pengelolaan data pribadi warga negara Indonesia (WNI) oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS).
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menilai kesepakatan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hak asasi rakyat.
"Bagaimana mungkin data pribadi warga negara bisa dipindahkan ke negara lain? Atas dasar apa tim ekonomi Indonesia menyetujui akses data rakyat Indonesia kepada negara asing tanpa seizin dan sepengetahuan rakyat, khususnya kaum buruh?" tegas Said dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).
Menurut Said, kebijakan ini merupakan bagian dari perjanjian ekonomi yang menetapkan tarif resiprokal 19 persen bagi produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.
Sebaliknya, barang-barang dari Amerika dapat masuk ke Indonesia tanpa bea alias 0 persen.
Ia menyebut ketimpangan tarif tersebut sebagai bentuk "penjajahan ekonomi gaya baru".
"Ini bukan hanya soal perdagangan, tapi soal prinsip dan harga diri bangsa," ujar Said.
Said memperingatkan bahwa jika pemerintah tidak segera mencabut perjanjian tersebut, kalangan buruh akan menggelar aksi besar-besaran secara nasional.
Aksi tersebut, lanjutnya, akan melibatkan berbagai serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, hingga elemen masyarakat umum.
"Kami akan menggerakkan aksi nasional di seluruh Indonesia jika pemerintah tetap menjalankan perjanjian ini. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat," tegasnya.
Said juga mengungkapkan bahwa perjanjian tarif sebelumnya yang diberlakukan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump telah berdampak besar terhadap sektor industri di Indonesia.
Ia menyebut ribuan buruh kehilangan pekerjaan akibat kebijakan dagang yang timpang tersebut.
"Itu saja sudah menghancurkan kehidupan jutaan buruh. Sekarang, ditambah lagi data pribadi kami dijual ke negara lain," tuturnya.
KSPI dan Partai Buruh menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawal isu ini dan menolak segala bentuk kesepakatan yang dianggap merugikan rakyat.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan data pribadi sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.
"Cabut perjanjian ini, atau kami akan turun ke jalan," tutup Said.*
(sn/a008)
MEDAN Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat, menyerukan agar seluruh orang tua siswa melara
KESEHATAN
LANGKAT Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 1821 AGI terjun ke aliran Sungai Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera
PERISTIWA
JANTHO Potensi sumber daya alam dan ekonomi Aceh yang beragam membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu melihat peluang, tetapi j
NASIONAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya melepas ribuan peserta Fun Run 5K putra dan putri dalam rangka memperingati Hari
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh insan perhubungan dan pemangku kepentingan menjadikan Hari P
PEMERINTAHAN
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan menggelar Fun Run 5K dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di
NASIONAL
BATAM Anggota DPRD Kabupaten Langkat sekaligus kader Partai Golkar, Edi Bahagia Sinuraya, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)
POLITIK
MEDAN Seorang pria berinisial RM, 33 tahun, yang berprofesi sebagai disc jockey (DJ) ditangkap polisi di Kota Medan, Sumatera Utara, kar
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Aceh Barat Daya (Abdya) dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam di Aceh. Selain memiliki beras khas yang
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk membentengi diri dari berbagai ancam
NASIONAL