CIREBON - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyampaikan pujian tinggi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilannya menjaga stabilitas dan ketertiban nasional. Pujian itu disampaikan dalam acara Haul Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Minggu (3/8/2025).
Menurut Gus Yahya, masyarakat saat ini merasakan suasana yang relatif aman dan tenteram di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
"Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, kita masyarakat mengalami keadaan relatif tenteram, tertib, aman. Seolah-olah Pak Listyo ini telah berfungsi sebagai jimat ketertiban dan keamanan masyarakat," ujar Gus Yahya.
Kedekatan Kapolri dengan Ulama dan Tokoh Agama
Gus Yahya menambahkan, Jenderal Sigit memiliki pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan tokoh agama dan pondok pesantren, serta mampu membangun sinergi positif antara Polri dan para ulama.
"Pak Listyo ini pernah bertugas di Jogja kalau tidak salah, beliau tahu betul di Jogja banyak jimat-jimat yang disebut kiai. Jadi beliau ini sudah terbiasa dengan atmosfer religius," tambahnya dengan nada ringan namun penuh makna.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Ulama Besar
Haul Pondok Buntet Pesantren ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional seperti Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, serta para ulama dan sesepuh pondok.*
(d/j006)
KH Adib Rofiuddin Izza, salah satu sesepuh Pondok Buntet, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Jenderal Sigit terhadap pesantren. Ia menyebut, keluarga besar pondok percaya bahwa keamanan negara terjaga di bawah kepemimpinan Kapolri saat ini.
"Terima kasih Pak Kapolri atas semua bantuannya. Kami percaya, keamanan negeri ini bisa terjamin karena ada pemimpin seperti beliau," kata KH Adib.
Menitipkan Bangsa kepada Penjaga Keamanan
KH Adib juga menegaskan bahwa pesantren menitipkan bangsa ini kepada para pemangku kebijakan dan penegak hukum demi menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.
"Kami di sini hanya menitipkan bangsa dan negara saja, tidak lebih dari itu," ucapnya penuh harap.
Kegiatan haul ini menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama dan aparat negara dalam menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan masyarakat yang damai dan berkeadaban.