BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

BMKG: Waspada Banjir Rob di NTB 7–11 Agustus Akibat Bulan Purnama

- Rabu, 06 Agustus 2025 08:38 WIB
BMKG: Waspada Banjir Rob di NTB 7–11 Agustus Akibat Bulan Purnama
ilustrasi banjir rob di pesisir (foto: pexels.com)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 7 hingga 11 Agustus 2025.

Peringatan ini disampaikan menyusul fenomena bulan purnama yang memicu pasang maksimum air laut yang bisa mencapai lebih dari 1,7 meter.

"Pasang maksimum mencapai lebih dari 1,7 meter," ujar Satria Topan Primadi, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, dalam pernyataan resminya di Mataram, Rabu (6/8).

Daerah Berpotensi Terdampak Banjir Rob:

Pulau Lombok:

Ampenan

Sekarbela

Gerung

Lembar

Pemenang

Jerowaru

Pulau Sumbawa:

Sumbawa

Labuhan Badas

Palibelo

Woha

Bolo

Langgudu

Soromandi

Sape

Rasanae Barat

Hu'u

Asakota

Prakiraan Cuaca & Kondisi Laut:

Lembar: Cerah berawan hingga hujan ringan, angin dari tenggara–selatan 5–25 knot. Tinggi gelombang 0,1 – 2,5 meter. Pasang laut diprediksi antara pukul 08.00–13.00 WITA.

Sape: Cuaca serupa, angin tenggara–selatan 5–25 knot. Gelombang laut 0,1 – 2,0 meter. Pasang terjadi pada 07.00–14.00 WITA.

Bulan Purnama Jadi Pemicu Rob

BMKG menjelaskan bahwa banjir rob kali ini dipicu oleh fase bulan purnama yang disebut Sturgeon Moon, dengan puncaknya terjadi pada 9 Agustus 2025 dini hari.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam garis lurus, sehingga tarikan gravitasi meningkat dan menyebabkan pasang laut ekstrem.

Imbauan BMKG:

BMKG mengimbau:

Warga pesisir dan bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan

Tetap memantau peringatan dini cuaca dan gelombang laut

Segera mengamankan barang berharga dan kendaraan dari potensi genangan

"Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama di wilayah pesisir Lombok dan Bima," tegas Satria.*

(at/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru