Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
JAKARTA - Komisi I DPR RI memutuskan mempercepat jalannya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran, Senin (25/8), menyusul situasi di luar Gedung DPR/MPR yang memanas akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh.
Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan RDPU pada umumnya yang memakan waktu beberapa jam dengan sesi pendalaman.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengatakan percepatan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar para peserta rapat tidak terjebak di dalam kompleks parlemen bila eskalasi kericuhan semakin tinggi.
"Mengingat kondisi di luar semakin panas, kami khawatir kalau rapat berlangsung terlalu lama akan sulit keluar dari kompleks," ujar Dave saat menutup rapat.
Dalam RDPU kali ini, Komisi I DPR turut mengundang perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Komite Nasional Pengendalian Tembakau. Namun karena waktu yang terbatas, peserta diminta untuk menyampaikan masukan dan pertanyaan secara tertulis melalui sekretariat DPR.
"Silakan semua masukan disampaikan tertulis untuk kita rangkum. Pendalaman juga bisa dilakukan lewat mekanisme tersebut," imbuh Dave.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan Panitia Kerja (Panja) RUU Penyiaran bisa menuntaskan pembahasan pada tahun ini, agar segera masuk ke tahap pembahasan di Badan Legislasi DPR.
"Undang-Undang ini sudah lama, dibuat tahun 2002 dan revisinya tertunda sejak 2011. Tahun ini kami harap bisa rampung," ujarnya optimis.
Sementara itu, bentrokan antara aparat dan massa aksi di luar Gedung DPR terus berlanjut. Massa yang menolak sejumlah kebijakan parlemen, termasuk fasilitas baru bagi anggota DPR dan RUU kontroversial lainnya, sempat berusaha menerobos pagar barikade. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon.
Meski sempat dibubarkan, sebagian demonstran bertahan dan bergeser ke pintu belakang kompleks DPR/MPR. Hingga sore, situasi masih belum sepenuhnya kondusif.*
(ms/j006)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA