37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ACEH UTARA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalinya menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, Aceh Utara. Upacara yang dilaksanakan pada Sabtu (30/8/2025) ini menjadi momen bersejarah dan penuh makna, mengingat lokasi upacara yang berada di tengah hutan belantara, Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara.
Upacara tersebut dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, dan dihadiri oleh ratusan peserta, yang terdiri dari prajurit TNI dari berbagai satuan Tiga Matra, Polri, serta warga setempat. Selain Danrem, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Danlanal Lhokseumawe, Letkol Mar Bondan Wahyu Adi, Danbrigif 25/Siwah, Letkol Inf Dr Dimar Bahtera, serta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini Imran, beserta jajaran lainnya.
Upacara pengibaran bendera Merah Putih di Kompleks Makam Pahlawan Cut Meutia terasa berbeda dan lebih istimewa. Di tengah hutan belantara, upacara ini menjadi pengingat yang kuat bahwa kemerdekaan yang dinikmati Indonesia hari ini adalah hasil dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Dalam sambutannya, Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, mengingatkan bahwa peringatan HUT RI kali ini bukan hanya sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi juga merenungkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme yang dimiliki oleh para pahlawan, khususnya Cut Meutia, seorang srikandi Aceh yang gugur dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
"Delapan puluh tahun yang lalu, para pendahulu kita berjuang dengan gagah berani, mengorbankan segalanya demi satu cita-cita yaitu Indonesia merdeka. Mereka tidak pernah meminta balasan, mereka hanya ingin melihat bangsa ini berdiri tegak dan berdaulat," ungkap Kolonel Ali Imran.
Kolonel Ali Imran juga menegaskan bahwa tugas saat ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara yang berbeda. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata dan dedikasi untuk membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.
"Setiap kali melihat bendera Merah Putih berkibar, kita harus ingat bahwa dibaliknya ada jiwa-jiwa mulia yang telah berkorban. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila," tambahnya.
Kegiatan dimulai sejak pagi pukul 08.00 WIB, dengan perjalanan yang cukup berat dari Korem menuju lokasi upacara, sekitar 56 km. Danrem bersama rombongan menempuh medan ekstrem menggunakan sepeda motor trail dan mobil double cabin untuk mencapai tempat yang penuh sejarah itu.*
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN