KPK Kejar Jejak Suap Ijon Proyek Rp980 Juta, 8 Saksi Diperiksa dan 3 Lokasi Digeledah
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengungkapkan bahwa kelompok massa yang melakukan aksi anarkis saat demonstrasi beberapa hari terakhir diduga terlatih dan terorganisasi.
Hal ini merespons sorotan publik yang menilai aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum berlangsung rapi dan sistematis.
"Memang kalau kita amati, untuk polanya terlihat terorganisasi dan terlatih, ya," ujar Brigjen Freddy dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025).
Meski begitu, Freddy enggan berspekulasi lebih jauh mengenai siapa pihak yang berada di balik pelatihan atau penggerakan massa tersebut.
Ia menegaskan, TNI tidak dalam posisi untuk menyampaikan tuduhan tanpa bukti yang jelas.
"Kami tidak ingin menduga-duga. Fokus kami saat ini adalah memperbaiki sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Freddy menuturkan bahwa TNI kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lapangan, khususnya dalam merespons unjuk rasa berskala besar.
Perbaikan ini, katanya, penting agar ke depannya TNI semakin siap mendukung Polri menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami sedang berbenah, meningkatkan kesiapsiagaan agar bisa lebih antisipatif dalam mencegah aksi-aksi anarkis," jelasnya.
Terkait kritik publik terhadap peran TNI dalam pengamanan aksi, Freddy menegaskan bahwa pihaknya bersikap terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak.
TNI, kata dia, tidak antikritik dan siap mengevaluasi diri demi perbaikan ke depan.
"Kami terbuka bagi pengamat-pengamat yang memberikan masukan. Ini akan jadi bahan evaluasi agar kami lebih cermat dan siap dalam upaya-upaya pencegahan ke depan," tambahnya.
Gelombang demonstrasi mahasiswa dan masyarakat beberapa hari terakhir dipicu oleh tuntutan yang dikenal sebagai "17+8", yang menyoroti isu transparansi, reformasi lembaga, hingga pemangkasan fasilitas pejabat publik.
Namun dalam beberapa kesempatan, aksi damai tersebut berubah menjadi ricuh, dengan sejumlah fasilitas umum dibakar dan dirusak oleh kelompok tak dikenal.
Sejumlah warga dan saksi mata mengaku tidak mengenali wajah-wajah provokator yang melakukan penjarahan dan perusakan, menimbulkan dugaan kuat bahwa para pelaku bukan berasal dari kalangan demonstran biasa.
Hingga saat ini, penyelidikan terhadap insiden kerusuhan dan aktor intelektual di baliknya masih terus dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri.*
(vo/a008)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Indonesia Political Opinion (I
POLITIK
JAKARTA Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Skuad Garuda hanya mampu finis di pering
OLAHRAGA
JAKARTA Bank Indonesia kembali membuka kesempatan kerja melalui Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angka
NASIONAL
JAKARTA Memilih laptop gaming dengan harga sekitar Rp10 juta hingga Rp15 jutaan kini semakin menarik. Di kelas harga tersebut, konsumen su
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
MEDAN Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemeri
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA