Seneca menyatakan, orang yang tak pernah mengalami kemalangan justru belum pernah diberi kesempatan menunjukkan keberaniannya.
Bagi kaum Stoik, keberanian bukan sekadar gagah menghadapi ancaman, tapi juga kesediaan untuk bertahan, berjuang, dan bangkit dalam situasi sulit.
2. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk berpikir jernih, rasional, dan objektif.
Filsafat Stoa mengajarkan pentingnya akal sehat dalam mengambil keputusan.
Zeno mengingatkan: manusia diberi dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengar daripada berbicara, serta dua mata untuk lebih banyak membaca dan mengamati kehidupan.
3. Keadilan
Bagi kaum Stoik, keadilan adalah pondasi segala kebajikan.
Marcus Aurelius menyebut keadilan sebagai sumber utama moralitas.
Dalam praktiknya, stoikisme mengajarkan untuk memperlakukan orang lain secara adil, jujur, dan penuh hormat, meski harus menanggung risiko pribadi.
4. Kesederhanaan
Kesederhanaan tidak sekadar soal gaya hidup minimalis, tetapi juga mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, dan kejernihan pikiran.