Stoikisme mengajak pengikutnya untuk hidup dengan seperlunya, tanpa diperbudak oleh ambisi, hasrat, atau ego.
Di tengah naiknya tren self-help dan spiritualitas praktis, stoikisme dinilai sebagai alternatif sehat untuk menghadapi dinamika hidup yang penuh tekanan.
Filosofi ini memberi ruang bagi setiap individu untuk memahami bahwa kebahagiaan bukan berasal dari luar, melainkan dari bagaimana seseorang memaknai dan merespons hidupnya.
Stoikisme juga kini banyak dipopulerkan melalui literatur modern dan tokoh publik, salah satunya oleh penulis Henry Manampiring dalam bukunya Filosofi Teras, yang berhasil membawa stoikisme lebih dekat ke generasi muda Indonesia.*