BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

RMI-NU: Food Tray MBG Tak Halal Meski Minyak Babi Sudah Disterilkan

- Kamis, 18 September 2025 20:33 WIB
RMI-NU: Food Tray MBG Tak Halal Meski Minyak Babi Sudah Disterilkan
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta, Rakhmad Zailani Kiki (tengah) saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (18/9/2025). (foto: CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Walau hasilnya bersih, prosesnya yang najis itu sudah membuatnya tidak halal. Itulah standar halal yang berlaku di Indonesia," jelasnya.

Rakhmad menjelaskan bahwa food tray termasuk dalam kategori barang gunaan, yang menurut Undang-Undang Jaminan Produk Halal tetap harus memenuhi persyaratan halal, meskipun kewajiban sertifikasinya baru akan berlaku penuh dalam waktu setahun ke depan.

"Ada dua klasifikasi dalam UU Jaminan Produk Halal, yaitu barang pangan dan barang gunaan. Food tray ini masuk ke dalam barang gunaan dan tetap harus halal, walaupun kewajibannya akan berlaku setahun lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menepis kekhawatiran soal kandungan minyak babi pada food trayMBG.

Baca Juga:
Ia menjelaskan bahwa bahan dasar food tray adalah logam, seperti nikel, yang tidak mengandung minyak.

"Food tray itu tidak ada minyaknya karena bahannya logam, salah satunya nikel. Minyak hanya digunakan saat proses stamping atau pencetakan," kata Dadan dalam keterangan di kantor BGN.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PBNU: Food Tray MBG Bisa Disucikan, Tak Masalah Jika Terkena Minyak Babi
Surat Pernyataan Keracunan di Program Makan Gratis Brebes Viral, Kemenag Minta Evaluasi
Polres Jembrana Pastikan Menu Program MBG Polri Aman dan Bergizi
Polres Tapsel Launching SPPG, 2.797 Siswa di 27 Sekolah Terima Makanan Bergizi
Babinsa Sertu Gede Suantara Dampingi Program Makan Sehat Gratis di SDN 8 Dajan Peken
Ketua DWP Sumut Tegaskan Pentingnya Pencegahan Stunting dan Penyaluran Bantuan Gizi dalam Kunjungan Kerja di Madina
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru