JAKARTA — Grand FinalDutaMangrove Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pemilihan duta lingkungan, tetapi juga simbol kolaborasi lintas profesi untuk pelestarian alam Indonesia.
Tahun ini, penyelenggaraan ajang tersebut semakin mendapat sorotan publik dengan kehadiran jajaran juri yang berasal dari berbagai latar belakang bergengsi.Para juri yang ditunjuk memiliki rekam jejak kuat di bidangnya masing-masing, mulai dari fotografer internasional, aktivis lingkungan, konsultan profesional, hingga sosok yang pernah tampil di panggung ratu kecantikan nasional.
Kehadiran mereka mempertegas citra DutaMangrove Indonesia sebagai ajang yang inklusif, kredibel, dan strategis dalam mendorong kepedulian terhadap ekosistem mangrove.Jajaran JuriGrand FinalDutaMangrove Indonesia 2026:
- Sebastian Castelier — Fotografer asal Prancis dengan karya bertaraf internasional, banyak mengangkat isu sosial dan lingkungan.- Nadia Asmanari Putri, S.Si. — 2nd Runner Up DutaMangrove Indonesia 2023, yang kini hadir sebagai representasi keberlanjutan peran alumni.
- Ahmad Alhamid — Praktisi CSR & Sustainability yang aktif mendampingi program konservasi di sektor industri.- Chrissy Fransisca O. Rugian — Runner Up 4 Puteri Indonesia 2022 dan analis konservasi hutan dan ekonomi.
- Cinthia Kurniati — Miss Earth Indonesia 2019, tokoh yang mengangkat isu lingkungan ke kancah internasional.- Ir. Arief Zohirul Fikri, S.Hut., C.PS — Konsultan lingkungan sekaligus TV host yang menjembatani isu ekologi melalui media.
Salah satu momen paling berkesan dalam malam Grand Final adalah ketika para juri melakukan catwalk di atas panggung sambil membawa bibit mangrove. Aksi simbolis ini menjadi bentuk dukungan konkret terhadap konservasi mangrove, sekaligus menegaskan bahwa langkah kecil dapat membawa pesan besar dalam menjaga ekosistem.
Dalam wawancara usai acara, Chrissy Fransisca O. Rugian menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ajang ini."Pemilihan DutaMangrove Indonesia bukan sekadar kontes duta, melainkan ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan proyek nyata dalam rehabilitasi dan pengembangan mangrove," ujarnya.
Chrissy juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam isu lingkungan, mengingat ekosistem mangrove mampu menyerap karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan lainnya. Para duta, menurutnya, harus menjadi agen kolaboratif antara komunitas, pemerintah, dan sektor swasta dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Dengan latar belakang juri yang kuat dan komitmen yang disampaikan secara simbolis maupun nyata, Grand FinalDutaMangrove Indonesia 2026 tampil sebagai platform bergengsi dan berdampak. Tak hanya menarik perhatian komunitas pecinta lingkungan dan dunia pageant, ajang ini juga dinilai layak menjadi ruang kolaborasi strategis bagi mitra, sponsor, dan pelaku industri berorientasi keberlanjutan.*
Editor
: Adelia Syafitri
Duta Mangrove Indonesia 2026, Ajang Prestisius dengan Juri Lintas Profesi