BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Intip Poin-Poin Kunci Pidato Perdana Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80

Adelia Syafitri - Rabu, 24 September 2025 08:08 WIB
Intip Poin-Poin Kunci Pidato Perdana Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengukir sejarah dengan tampil menyampaikan pidato perdana pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Selasa (23/9). (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Setelah satu dekade absen secara fisik, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengukir sejarah dengan tampil menyampaikan pidato perdana pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Selasa (23/9).

Berpidato di urutan ketiga, tepat setelah Sekjen PBB Antonio Guterres, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Prabowo membawa suara Indonesia di podium dunia dengan pesan kuat tentang persaudaraan, keadilan, dan solidaritas global.

Baca Juga:
Mengawali Pidato dengan Pesan Persaudaraan Universal

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menghormati perbedaan ras, agama, dan kebangsaan.

"Kita berbeda ras, agama, dan kebangsaan, namun kita berkumpul bersama sebagai satu keluarga. Kita di sini pertama dan terutama sebagai sesama manusia, masing-masing diciptakan setara," ujar Prabowo dengan penuh penghormatan di General Assembly Hall yang megah.

Mengingatkan Dunia pada Penderitaan Kolonialisme

Presiden Prabowo mengajak dunia mengenang masa kelam penjajahan yang pernah dialami Indonesia.

"Selama berabad-abad, orang Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan kejahatan," katanya tegas, mengingatkan bahwa penjajahan meninggalkan luka mendalam serta kemiskinan yang berkepanjangan.

Pesan ini menjadi seruan bagi negara-negara dunia agar bersatu melawan ketidakadilan dan penindasan global.

Prabowo juga memuji solidaritas internasional yang turut membantu perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan.

Menegaskan Peran Sentral PBB dalam Perdamaian Dunia

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa PBB merupakan benteng utama perdamaian dunia dan menolak pesimisme di tengah berbagai krisis global.

"Kita tidak bisa menyerah. Kita harus mendekat, bukan menjauh," ujarnya.

Prabowo menggarisbawahi pentingnya multilateralisme dan kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan bersama, termasuk konflik, perubahan iklim, dan ketidakadilan.

Indonesia Capai Swasembada Beras dan Mulai Ekspor

Salah satu pencapaian penting yang diumumkan Presiden adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahkan sudah mulai mengekspor ke beberapa negara dan membantu Palestina.

"Beras bukan sekadar komoditas, melainkan simbol kedaulatan dan keadilan sosial," tegas Prabowo, menjelaskan upaya modernisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur sebagai kunci keberhasilan ini.

Dorong Reformasi Tata Kelola Global yang Lebih Adil

Presiden Prabowo menyerukan reformasi institusi global agar lebih inklusif dan mencerminkan kepentingan semua negara, terutama negara-negara berkembang di Global South.

"Tata kelola dunia saat ini masih tidak adil. Negara berkembang masih menjadi penonton, padahal mereka paling terdampak," katanya. Prabowo meminta pengambilan keputusan strategis yang lebih demokratis dan responsif.

Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian PBB

Menjawab tantangan dunia yang terus mengalami konflik, Prabowo menawarkan peningkatan kontribusi Indonesia dengan mengirimkan hingga 20.000 pasukan perdamaian PBB.

"Indonesia siap memainkan peran lebih besar untuk melindungi warga sipil dan mencegah agresi bersenjata," ujarnya. Saat ini Indonesia sudah menempatkan lebih dari 2.700 personel di berbagai misi PBB dan ingin memperluas peran tersebut.

Dukung Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Israel-Palestina

Presiden Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia pada solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Ia menyerukan pengakuan hak Palestina sekaligus menjamin keamanan Israel sebagai syarat perdamaian sejati.

"Perdamaian yang nyata hanya akan terwujud tanpa kebencian dan kecurigaan," ucapnya sambil mengingatkan dunia agar tidak berpaling dari tragedi kemanusiaan di Gaza yang saat ini terus memburuk.

Pidato bersejarah Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru diplomasi Indonesia di panggung global, membawa pesan kuat tentang persatuan, keadilan, dan tanggung jawab bersama di dunia yang semakin kompleks.*

(bi/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Vivo Resmi Umumkan Peluncuran Seri X300 pada 13 Oktober 2025, Fokus pada Kamera dan Desain
Menpora Erick Thohir Resmi Cabut Permenpora 14/2024, Janji Aturan Lebih Sederhana & Sesuai Piagam Olimpiade
APINDO: IEU-CEPA Jadi Tonggak Baru Ekspor dan Investasi Indonesia–Eropa
GPIB Gelar Technical Meeting Lomba Cerdas Cermat SLTA se-DKI Jakarta di SMAN 53
Juda Agung Resmi Dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Bank Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Sekjen PBB António Guterres, Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru