AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), buka suara mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang belakangan menjadi sorotan akibat tingginya beban utang.
Jokowi menegaskan pembangunan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi kemacetan parah di Jabodetabek dan Kota Bandung.
"Ini sudah sejak 30 tahun, 40 tahun, 20 tahun yang lalu, dan Jabodetabek kemacetannya parah," ujar Jokowi saat ditemui di Kottabarat, Senin (27/10/2025).Baca Juga:
Jokowi menyebut, kemacetan yang terjadi di kedua wilayah itu menyebabkan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 100 triliun per tahun.
Untuk mengurangi dampak tersebut, pemerintah membangun berbagai moda transportasi massal, termasuk MRT, LRT, KRL, kereta bandara, hingga kereta cepat Whoosh.
"Nah, untuk mengatasi itu kemudian direncanakan dibangun MRT, LRT, kereta cepat, dan sebelumnya KRL. Ada juga kereta bandara agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi umum," jelasnya.
Presiden menekankan prinsip dasar transportasi massal adalah layanan publik, bukan semata-mata mencari laba.
Transportasi umum diukur dari social return on investment, seperti pengurangan emisi karbon dan peningkatan produktivitas masyarakat.
"Kalau ada subsidi, itu adalah investasi, bukan kerugian. Contohnya MRT, pemerintah DKI Jakarta mensubsidi Rp 800 miliar per tahun untuk rute Lebak Bulus sampai HI. Nanti kalau semua rute selesai, subsidi diperkirakan mencapai Rp 4,5 triliun," jelas Jokowi.
Terkait dugaan kerugian proyek Whoosh, Jokowi menyebut perhitungan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) proyek diperkirakan makin positif seiring bertambahnya jumlah penumpang.
Saat ini, kereta cepat Whoosh melayani sekitar 19.000 penumpang per hari, dengan total penumpang mencapai 12 juta.
Jokowi optimistis kerugian akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan, tergantung seberapa banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
"Ini baru tahun pertama. Perkiraan EBITDA-nya akan lebih positif setelah enam tahun karena semakin banyak orang yang berpindah ke transportasi massal," ujar Jokowi.
Dengan penjelasan tersebut, Jokowi menegaskan pembangunan kereta cepat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.*
(cb/a008)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN