Kerangka Manusia Ditemukan di Tapteng, Diduga Korban Banjir dan Longsor 2025, Polisi Buka Identifikasi
TAPANULI TENGAH Kerangka manusia tanpa identitas kembali ditemukan di kawasan bekas bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Bonalu
PERISTIWA
MANILA- Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam setelah menerima ancaman pembunuhan yang disebutkan oleh Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui pesan video, Marcos Jr menyatakan bahwa ancaman semacam itu tidak dapat dibiarkan begitu saja dan harus dilawan, mengingat besarnya potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh rencana kriminal semacam itu.
Tanpa menyebutkan nama langsung, namun merujuk pada pernyataan yang viral dari Sara Duterte, Marcos menegaskan bahwa Filipina sebagai negara demokratis memiliki hukum yang harus ditegakkan dengan tegas. “Jika merencanakan pembunuhan terhadap seorang Presiden semudah itu, bagaimana dengan warga negara biasa?” ujar Marcos dalam pernyataannya.
Dia juga menekankan bahwa, sebagai pemimpin negara, dirinya akan berjuang melawan segala bentuk ancaman terhadap keselamatan dirinya dan keluarga, serta untuk memastikan supremasi hukum tetap terjaga. “Upaya kriminal seperti itu tidak boleh diabaikan. Saya akan melawannya,” lanjutnya.
Ancaman pembunuhan ini terjadi dalam latar belakang perseteruan panjang antara keluarga Duterte, yang dipimpin oleh mantan Presiden Rodrigo Duterte, dengan keluarga Marcos. Wakil Presiden Sara Duterte, yang juga merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte, dalam sebuah konferensi pers yang penuh sumpah serapah, mengungkapkan ancaman terhadap Marcos Jr, istrinya Liza Araneta, dan Ketua Parlemen Filipina Martin Romualdez.
Sara Duterte mengklaim bahwa dia telah menjadi target dari rencana pembunuhan dan menegaskan bahwa dirinya telah memberi perintah kepada salah satu anggota tim keamanannya untuk membunuh Marcos Jr, Liza Araneta, dan Martin Romualdez jika dirinya dibunuh terlebih dahulu. “Saya telah berbicara dengan seseorang dalam tim keamanan saya. Saya mengatakan kepadanya, jika saya dibunuh, bunuhlah BBM (Bongbong Marcos atau Marcos Jr), (Ibu Negara) Liza Araneta, dan (Ketua Parlemen) Martin Romualdez,” kata Sara dalam konferensi pers tersebut.
Pernyataan keras dari Sara Duterte menimbulkan respons tegas dari Kantor Kepresidenan Filipina. Mereka menyebutkan bahwa ancaman yang dilontarkan oleh Wakil Presiden tersebut merupakan ancaman langsung dan aktif terhadap Presiden Marcos. “Bertindak berdasarkan pernyataan Wakil Presiden yang jelas dan tegas bahwa dia telah mengontrak seorang pembunuh untuk membunuh Presiden jika dugaan rencana terhadap dirinya berhasil, Sekretaris Eksekutif telah merujuk ancaman aktif ini kepada Komando Keamanan Kepresidenan untuk segera mengambil tindakan yang tepat,” ungkap pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina.
Kantor Kepresidenan menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap nyawa Presiden harus selalu ditanggapi dengan serius, terlebih lagi jika ancaman tersebut disampaikan secara terbuka dan jelas di depan publik.
Pernyataan Sara Duterte itu semakin memperburuk ketegangan dalam hubungan politik yang sudah lama terjadi antara keluarga Duterte dan keluarga Marcos. Sebelumnya, hubungan antara kedua keluarga sudah tercoreng oleh berbagai peristiwa politik yang penuh kontroversi, termasuk penurunan popularitas mantan Presiden Rodrigo Duterte dan keberlanjutan pemerintahan yang diwarnai ketegangan antara para anggota kabinet.
Banyak kalangan yang menganggap ancaman dari Wakil Presiden ini sebagai eskalasi yang berbahaya, mengingat posisi penting yang dimiliki Sara Duterte dalam pemerintahan dan pengaruh besar yang dimilikinya di Filipina. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut terhadap ancaman ini sedang dilakukan, sementara Marcos Jr dan timnya memastikan untuk terus memperkuat pengamanan serta melibatkan pihak berwenang untuk memantau situasi tersebut dengan serius.
(JOHANSIRAIT)
TAPANULI TENGAH Kerangka manusia tanpa identitas kembali ditemukan di kawasan bekas bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Bonalu
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay, menilai keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang berencana ma
POLITIK
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank
EKONOMI
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa seluruh masyarakat berhak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa kualitas gizi menjadi tolok ukur utama dalam pelaksanaan Program Mak
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyatakan kliennya masih mempertanyakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki penyebab kematian Sutrimo, sosok yang dikenal sebagai orang dekat mantan Jaksa Agung Mu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan orang tua memantau pelaksanaan Program Makan Bergiz
NASIONAL
JAKARTA Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memastikan bank sentral tetap berkomitmen menjaga stabil
EKONOMI
JAKARTA Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana K
PEMERINTAHAN