BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Kabar Gembira dari Gibran! Kader Posyandu Bakal Dapat Tambahan Insentif?

Raman Krisna - Rabu, 12 November 2025 14:21 WIB
Kabar Gembira dari Gibran! Kader Posyandu Bakal Dapat Tambahan Insentif?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberi sinyal kemungkinan adanya tambahan insentif bagi kader posyandu dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Gibran dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

"Saya kira ini perlu ada sedikit tambahan insentif. Tadi, sebenarnya ada sedikit berita baik dari Pak Menteri Keuangan, tapi sebentar, mau kita konfirmasi dulu ya," ujar Gibran di hadapan ratusan peserta, yang langsung disambut tepuk tangan.

Baca Juga:

Meski demikian, Gibran meminta para kader bersabar menunggu kepastian kebijakan tersebut.

"Sabar dulu ya, Ibu. Kita konfirmasi dulu. Termasuk untuk kepala daerah," katanya.

Dalam dialog terbuka itu, Gibran menanyakan sejauh mana dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program penurunan stunting di lapangan.

Seorang kader posyandu asal Blora, Jawa Tengah, menjawab bahwa dukungan kepala daerah selama ini sudah berjalan baik, mulai dari bantuan pelatihan hingga pemberian makanan tambahan bagi balita.

Wapres pun mengapresiasi kerja keras para kader yang menjadi ujung tombak di lapangan.

"Kalau tidak ada ibu-ibu posyandu ini, mungkin angka stunting kita tidak sebaik sekarang," ujarnya.

Dalam arahannya, Gibran menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Ia menilai, dukungan daerah sangat menentukan keberhasilan target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029.


Dialog Gibran dengan para kader posyandu menjadi salah satu sesi yang paling mendapat perhatian dalam Rakornas.

Selain menyentuh isu kesejahteraan kader, Gibran juga menyinggung peran kepala daerah dalam memastikan program gizi dan edukasi berjalan konsisten hingga tingkat desa.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8 persen.

Pemerintah menargetkan penurunan bertahap hingga 5 persen pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Kader posyandu dipandang sebagai aktor penting dalam mendorong perubahan perilaku gizi masyarakat dan pengawasan tumbuh kembang anak.

Namun, berbagai pihak menilai kesejahteraan dan dukungan bagi kader di lapangan masih perlu diperkuat agar program berjalan lebih optimal.

Langkah Gibran memberi sinyal tambahan insentif juga terbaca sebagai pesan politik kesejahteraan, terutama di tengah agenda pemerintah menekan kesenjangan kualitas layanan kesehatan dasar.

Bila benar terealisasi, kebijakan ini bisa menjadi insentif moral dan ekonomi bagi ribuan kader posyandu di seluruh Indonesia yang selama ini bekerja dengan dukungan terbatas.

"Kita perlu pastikan, insentif bukan sekadar angka di anggaran, tapi bentuk penghargaan pada kerja sunyi para kader posyandu," ujar Gibran. *


(km/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Babinsa Belumbang Kawal Penyaluran Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Balita di Tabanan
Wujudkan Generasi Sehat, Bupati Karo Buka Rakor Penurunan Stunting 2025
Kahiyang Ayu Apresiasi Antusiasme Warga Binjai, Cakupan Imunisasi Balita Tembus 94 Persen
TP PKK Provinsi Bali Salurkan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis di Karangasem
Kapolda Aceh Tinjau Program PMT di Gampong Tibang, Apresiasi Langkah Cegah Stunting
Gubernur Bali Apresiasi Transformasi Posyandu 6 SPM: Dorong Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru