BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Polda Sumatera Utara Gencarkan Operasi Zebra Toba 2025, Fokus Disiplin dan Keselamatan Pengendara

- Selasa, 25 November 2025 15:19 WIB
Polda Sumatera Utara Gencarkan Operasi Zebra Toba 2025, Fokus Disiplin dan Keselamatan Pengendara
Upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di Sumatera Utara kembali diperkuat lewat Operasi Zebra Toba 2025. (Foto: Ist/ BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di Sumatera Utara kembali diperkuat lewat Operasi Zebra Toba 2025.

Program ini dipaparkan dalam Dialog Aspirasi Sumut di Studio I RRI Medan, Selasa, 25 November 2025, yang menghadirkan tiga narasumber dari Ditlantas Polda Sumut dan Jasa Raharja.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, AKBP Lutfhi, bersama Kasubdit Kamsel, AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, serta Kabag Operasional Jasa Raharja Sumut, Rd. Saeful Kamal Apandi, memberikan penjelasan terkait fokus operasi dan strategi penekan angka kecelakaan.

Baca Juga:

AKBP Hendri menjelaskan bahwa Operasi Zebra Toba merupakan operasi terpadu untuk meningkatkan disiplin warga jalan raya.

"Operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Sumatera Utara untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dalam berkendara," ujarnya.

Operasi berlangsung 17–30 November 2025 dan menitikberatkan tiga pendekatan: preemtif, preventif, dan penegakan hukum selektif di titik rawan kecelakaan.

Menurut AKBP Lutfhi, sejumlah pelanggaran menjadi prioritas penindakan, antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan, melawan arus, berkendara melebihi kecepatan, berboncengan lebih dari satu orang, mengemudi dalam pengaruh alkohol, hingga penggunaan knalpot brong atau kendaraan tanpa TNKB.

Pelanggaran marka dan lampu lalu lintas juga termasuk sasaran utama.

Penegakan hukum mengutamakan teknologi ETLE statis, mobile, dan dashcam. Namun, petugas tetap bisa melakukan penindakan manual jika pelanggaran dinilai membahayakan.

Kota Medan menjadi wilayah prioritas karena tingginya aktivitas lalu lintas dan masih maraknya pelanggaran seperti melawan arus dan penggunaan trotoar oleh pengendara roda dua.

Lutfhi menegaskan operasi bukan semata-mata penilangan.

Edukasi kepada masyarakat, sekolah, komunitas, hingga media sosial terus digencarkan. "Operasi ini bukan hanya soal tilang, tetapi mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya keselamatan," katanya.

Bagi warga yang merasa tidak melakukan pelanggaran namun menerima surat tilang, klarifikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi ETLE atau langsung ke bagian Gakkum Ditlantas Polda Sumut.

Sementara itu, Jasa Raharja mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan.

"Pastikan kelengkapan terpenuhi dan jangan lupa membayar pajak kendaraan karena ini turut mendukung pembangunan daerah," ujar Rd. Saeful Kamal Apandi.

Mengakhiri dialog, AKBP Hendri menegaskan bahwa disiplin adalah kunci keselamatan.

"Tertib adalah pangkal selamat. Setiap kecelakaan selalu diawali pelanggaran. Mari disiplin sejak sekarang," katanya.

Polda Sumut berharap Operasi Zebra Toba 2025 dapat menjadi momentum membentuk budaya lalu lintas yang lebih aman dan tertib, dimulai dari kesadaran setiap pengendara.*


(um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Operasi Zebra Toba 2025 Dianggap Berhasil, Polda Sumut Sebut Pelanggaran Turun Drastis
1.197 Pengendara Terjaring Operasi Zebra Toba 2025, Polantas Sumut Maksimalkan Edukasi dan ETLE
Hari Ketiga Operasi Zebra Toba 2025: Kesadaran Publik Meningkat, Aktivitas Lapangan Diperkuat
Polda Kepri Maksimalkan Tilang Elektronik di Operasi Zebra Seligi 2025
Operasi Zebra Toba 2025 Hari Kedua: Edukasi Meningkat, Penindakan Tetap Humanis
Operasi Zebra Toba 2025 Hari Pertama: Polda Sumut Maksimalkan Edukasi dan Penindakan Lalu Lintas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru