BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

CEO Danantara Rosan Roeslani Tunggu Proses Merger GOTO-Grab, Tak Mau Cepat Berkomentar

Raman Krisna - Rabu, 26 November 2025 11:28 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani Tunggu Proses Merger GOTO-Grab, Tak Mau Cepat Berkomentar
CEO Danantara Rosan Roeslani (Foto: Dok. presidenri.go.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANGERANG - Chief Executive Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, buka suara soal rencana merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab.

Meski Danantara disebut akan terlibat dalam penggabungan usaha ini, Rosan memilih menunggu proses internal kedua perusahaan berjalan sebelum memberikan komentar lebih lanjut.

"Mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah," ujar Rosan singkat di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga:

Keterlibatan Danantara dalam rencana merger sebelumnya dikonfirmasi pihak Istana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kelanjutan merger antara dua perusahaan besar ini masih menunggu Danantara, yang sempat mendampingi kunjungan negara Presiden ke Australia.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menekankan merger merupakan keputusan dari Grab dan GOTO sendiri.

Pandu menyebut Danantara akan terus mengikuti proses business-to-business (B2B) antara kedua perusahaan dan memberikan dukungan yang diperlukan.

"Yang paling penting unsur B2B-nya. Kita serahkan kembali ke perusahaan masing-masing. Pemerintah sudah memberikan masukan, dan kita akan mengikuti arahan tersebut," kata Pandu di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).

Di sisi lain, GOTO menegaskan belum ada keputusan resmi terkait merger.

Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO, R. A Koesoemohadiani, menekankan setiap langkah perusahaan mematuhi peraturan yang berlaku dan tetap berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

"Hingga saat ini belum ada suatu keputusan ataupun kesepakatan terkait hal tersebut. Setiap langkah yang diambil oleh GoTo senantiasa patuh terhadap peraturan perundang-undangan bagi perusahaan publik, dengan tetap memprioritaskan pemangku kepentingan," ujar Koesoemohadiani, Senin (10/11/2025).

Meski rumor merger terus beredar, para pihak terkait menekankan pentingnya kehati-hatian, mengingat kedua perusahaan merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di bursa saham, dengan kepentingan jutaan mitra pengemudi, UMKM, dan pelanggan yang harus diperhatikan.*


(d/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BDD 2025 Bandung: Talenta Digital Jadi Motor Transformasi Ekonomi Kreatif Nasional
Pidato Rosan Roeslani Saat Buka Acara ‘Waktunya Indonesia Maju’
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru