Menjawab kritik publik yang menilai proses pemilihan Sekda berlangsung senyap, Pramono menegaskan seleksi tetap berjalan melalui mekanisme resmi: dari 10 kandidat, disaring menjadi 3 nama, melalui kombinasi seleksi terbuka dan manajemen talenta.
"Prosesnya berjalan penuh, hanya saja saya tidak ingin terlalu heboh. Yang penting memilih yang terbaik," tegasnya.
Uus Kuswanto, yang dikenal sebagai birokrat lapangan dengan pengalaman panjang di wilayah Jakarta Barat, disebut sebagai figur yang mampu bergerak cepat dalam isu pelayanan publik dan koordinasi lintas dinas.
Pelantikan ini menandai reposisi penting di lingkar inti pemerintahan Jakarta, menjelang tahun-tahun krusial ketika Jakarta menyiapkan diri sebagai pusat ekonomi nasional tanpa status ibu kota negara.*