Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
BANDA ACEH — Pos Koordinasi (Poskor) Wilayah MDMC–LAZISMU Aceh menggelar Pelatihan Dukungan Psikososial (Psychosocial Support Training) bagi relawan, Selasa (9/12/2025), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor.
Kegiatan berlangsung di lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah, yang menjadi pusat aktivitas utama Poskor Banjir dan Longsor Aceh.
Pelatihan diikuti peserta dari berbagai unsur, termasuk relawan Poskorwil, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), kader organisasi otonom seperti Nasyiatul Aisyiyah, IPM, IMM, serta perwakilan dari MDMC dan LAZISMU.Baca Juga:
Kegiatan ini membekali relawan dengan kemampuan dasar dalam memberikan dukungan emosional, menenangkan penyintas, mengenali tanda-tanda trauma, sekaligus menjaga kondisi psikologis diri sendiri selama bertugas di lapangan.
Kompetensi ini dianggap krusial, mengingat relawan kerap bekerja di situasi tekanan tinggi dan penuh ketidakpastian.
Narasumber pelatihan dari MDMC Pusat, Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si., dan Nata Hendriati S.Psi., M.Si., dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus psikolog anggota Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, menyampaikan materi mulai dari Psychological First Aid (PFA), dasar intervensi psikososial, dampak psikososial bencana, asesmen, teknik pendampingan, sistem rujukan, hingga penyusunan intervensi psikososial.
Selain materi teori, peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui simulasi evakuasi dan penanganan korban.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, mereka menilai pelatihan ini sangat membantu karena dukungan psikososial dibutuhkan tidak hanya oleh masyarakat terdampak bencana, tetapi juga oleh relawan agar tetap tangguh dan mampu memberikan pelayanan optimal.
Fasilitator menekankan bahwa meningkatnya intensitas banjir dan longsor menuntut kehadiran relawan terlatih secara psikososial agar penanganan bencana berlangsung lebih manusiawi dan efektif.
Dengan pelatihan ini, diharapkan relawan memiliki ketahanan emosional dan keterampilan pendampingan psikologis yang memadai, sehingga mampu menjadi garda terdepan tidak hanya dalam menyelamatkan fisik korban, tetapi juga mendukung pemulihan mental masyarakat di masa krisis.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL