Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Sultan Najamudin, menyatakan dukungannya terhadap gagasan patungan membeli hutan yang digagas kelompok pemerhati lingkungan, Pandawara Group.
Menurut Sultan, inisiatif tersebut menjadi pesan penting bagi negara agar tetap menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
"Itu jelas bahwa negara ke depan harus memastikan setiap kebijakan ekonomi harus memperhatikan kebijakan ekologi. Jadi ekonomi penting, ekologi juga sangat penting," ujar Sultan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/12/2025).Baca Juga:
Sultan menilai gagasan ini sebagai pengingat agar pemerintah tidak semata-mata mengandalkan kekayaan alam secara ekstraktif.
"Pesan kepada negara, pesan kepada kita semua, tidak boleh sporadis, tidak boleh serta-merta kita harus selalu mengandalkan kekayaan alam yang ekstraktif," tuturnya.
Selain mendukung patungan membeli hutan, Sultan mengklaim memiliki gerakan menanam pohon setiap minggu.
"Kita melakukan gerakan penanaman. Bukan hanya simbolis, tapi juga menanam harapan bahwa negara kita dengan tropis terbesar di dunia ini harus dijaga ekologisnya. Kalau tidak dijaga, lama-lama bisa tenggelam kita," imbuhnya.
Gagasan patungan membeli hutan disuarakan Pandawara Group melalui akun Instagram mereka, @pandawaragroup, pada 5 Desember 2025.
Kelompok ini mengajak masyarakat Indonesia berdonasi untuk membeli hutan agar tidak dialihfungsikan, terutama di tengah bencana ekologis yang melanda Aceh dan Sumatera akibat deforestasi.
Gayung pun bersambut, sejumlah selebriti seperti Vidi Aldiano dan Atta Halilintar menyatakan ketertarikan untuk mendukung gerakan tersebut, menandai keterlibatan masyarakat luas dalam upaya pelestarian hutan.
Inisiatif ini dianggap Sultan sebagai langkah kolektif yang memadukan kesadaran ekologis dengan partisipasi masyarakat.
"Ekonomi penting, tapi jika ekologi tidak dijaga, maka keseimbangan negeri kita akan terganggu," tuturnya.*
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL