BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

Banjir Bandang Batang Toru, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih

Indra Saputra - Minggu, 21 Desember 2025 07:36 WIB
Banjir Bandang Batang Toru, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih
Penelusuran diminta dilakukan dari hulu hingga hilir DAS guna mengurai penyebab struktural banjir bandang, bukan sekadar menempatkan tanggung jawab pada satu pihak. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATANPascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta sebagian wilayah Tapanuli Tengah, sorotan publik kini mengarah pada dugaan kontribusi aktivitas industri terhadap kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS).

Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan pegiat lingkungan mendesak Bareskrim Polri bersama Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data ilmiah.

Penelusuran diminta dilakukan dari hulu hingga hilir DAS guna mengurai penyebab struktural banjir bandang, bukan sekadar menempatkan tanggung jawab pada satu pihak.

Baca Juga:

Isu ini mencuat seiring beredarnya tudingan bahwa puluhan ribu meter kubik kayu gelondongan yang ditemukan di Sungai Aek Garoga berasal dari aktivitas PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS).

Namun, sejumlah pihak menilai tudingan tersebut belum menjawab kompleksitas persoalan bencana yang terjadi di kawasan Batang Toru.

Di tengah polemik itu, PT Agincourt Resources (PT AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe turut menjadi sorotan.

Organisasi lingkungan Satya Bumi menyebut aktivitas pertambangan perusahaan tersebut diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir bandang dan longsor, terutama akibat pembukaan lahan di wilayah bertopografi curam.

Tambang Emas Martabe diketahui telah mengalami ekspansi hingga 603,21 hektare, dengan lokasi operasi berada di ketinggian yang lebih tinggi dari permukiman warga.

Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan limpasan air, longsor, dan sedimentasi ke wilayah hilir saat hujan ekstrem.

PT Agincourt Resources sebelumnya membantah keterlibatan dalam penyumbatan Sungai Aek Garoga.

Namun bantahan tersebut dipertanyakan, mengingat wilayah terdampak banjir parah, seperti Desa Garoga, masih berada dalam area konsesi perusahaan.

"Jika perusahaan menyatakan tidak terlibat, mengapa selama ini melakukan kegiatan konservasi di Sungai Garoga dan Aek Ngadol?" kata Riezcy, perwakilan Satya Bumi, dalam keterangannya, 16 Desember 2025.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Krisis Air Bersih di Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Pastikan Suplai dan Solusi Jangka Panjang
Dari Jakarta ke Sumatera: Polri Bawa Bantuan dan Pasukan Brimob untuk Korban Bencana
Solidaritas Lintas Generasi: SMA 68 Jakarta Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Sumatera
Normalisasi Jalur Desa Tukka, Distribusi Bantuan ke Warga Tapanuli Tengah Makin Lancar
SBY Turun Gunung, Mesin Partai Demokrat Jabar Digerakkan Jelang 2026
Gelombang Pertama Bantuan Bencana Aceh: Selimut dan Pakaian Baru Disalurkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru