BREAKING NEWS
Senin, 20 Juli 2026

Banjir Bandang Batang Toru, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih

- Minggu, 21 Desember 2025 07:36 WIB
Banjir Bandang Batang Toru, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih
Penelusuran diminta dilakukan dari hulu hingga hilir DAS guna mengurai penyebab struktural banjir bandang, bukan sekadar menempatkan tanggung jawab pada satu pihak. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Satya Bumi juga mengungkap adanya bukaan lahan di dalam konsesi PT AR yang diduga menjadi jalur limpasan air deras menuju anak Sungai Garoga.

Aliran tersebut bermuara ke titik-titik banjir terparah di Desa Garoga, Aek Ngadol, dan Huta Godang.

Berdasarkan analisis peta konsesi dan penelusuran lapangan, bukaan lahan itu diduga dilakukan oleh PT Sago Nauli.

Namun hingga kini, belum terdapat informasi terbuka mengenai peralihan izin maupun pembagian tanggung jawab lingkungan antara kedua perusahaan tersebut.

"Jika belum ada peralihan izin, maka tanggung jawab hukum tetap berada pada PT Agincourt Resources. Jika izin sudah beralih, pemerintah harus mengevaluasi dan mencabut izin PT Sago Nauli," ujar Riezcy.

Secara hidrologis, kawasan tambang emas Martabe berada di dua DAS, yakni DAS Batang Toru dan DAS Nabirong.

Meski PT AR menyatakan tidak terkait dengan Sungai Aek Garoga yang masuk DAS Nabirong, perusahaan dinilai belum memberikan penjelasan komprehensif mengenai dampak pembukaan hutan terhadap DAS Batang Toru.

Pantauan citra satelit yang dilakukan Satya Bumi menunjukkan dugaan jejak aliran banjir dan longsor dari area tailing konsesi PT AR menuju anak Sungai Batang Toru.

Temuan ini dinilai memperkuat dugaan adanya korelasi antara aktivitas tambang dan bencana di wilayah hilir.

Aktivis lingkungan menilai eksploitasi hutan dan daerah tangkapan air di Batang Toru telah menggerus daya dukung ekosistem hutan hujan tropis basah.

Pemulihan ekologis kawasan tersebut diperkirakan memerlukan waktu puluhan tahun.

"Tidak ada lagi ruang kompromi. Negara harus bertindak tegas. Peringatan masyarakat sipil sejak 2022 diabaikan hingga bencana ini terjadi," kata Hayaa, aktivis lingkungan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Krisis Air Bersih di Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Pastikan Suplai dan Solusi Jangka Panjang
Dari Jakarta ke Sumatera: Polri Bawa Bantuan dan Pasukan Brimob untuk Korban Bencana
Solidaritas Lintas Generasi: SMA 68 Jakarta Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Sumatera
Normalisasi Jalur Desa Tukka, Distribusi Bantuan ke Warga Tapanuli Tengah Makin Lancar
SBY Turun Gunung, Mesin Partai Demokrat Jabar Digerakkan Jelang 2026
Gelombang Pertama Bantuan Bencana Aceh: Selimut dan Pakaian Baru Disalurkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru