BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Pengibaran Bendera GAM di Aceh, Hasto: Bendera Negara Hanya Merah Putih, Jangan Ada Agenda Politik

Abyadi Siregar - Senin, 29 Desember 2025 12:56 WIB
Pengibaran Bendera GAM di Aceh, Hasto: Bendera Negara Hanya Merah Putih, Jangan Ada Agenda Politik
ekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat ditemui di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025). (foto: Dok. DPP PDIP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons beredarnya sejumlah video pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di media sosial.

Video tersebut dinarasikan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap penanganan bencana di Aceh.

Hasto menegaskan, dalam konteks kenegaraan, hanya ada satu bendera yang diakui di Republik Indonesia.

Baca Juga:

"Bendera di Republik Indonesia itu hanya satu, yaitu Merah Putih," kata Hasto saat ditemui di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).

Meski demikian, Hasto meminta peristiwa tersebut tidak ditarik ke ranah politik kekuasaan.

Ia menilai, pengibaran bendera itu lebih tepat dimaknai sebagai ekspresi harapan masyarakat agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

"Dalam situasi yang terjadi saat ini di Aceh, kita harus melihat adanya harapan kepada seluruh bangsa Indonesia, termasuk pemerintah, terkait dengan penanganan bencana yang cepat," ujarnya.

Menurut Hasto, bencana yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong nasional.

Ia menekankan pentingnya fokus pada aspek kemanusiaan, bukan kepentingan politik.

"Bencana ini menyatukan kita secara kemanusiaan, menggelorakan gotong royong untuk membantu sesama," kata dia.

Hasto juga menyoroti perlunya kesigapan pemerintah dalam melakukan rehabilitasi fasilitas sosial dan perumahan warga yang terdampak bencana.

Ia menyebut partai politik semestinya mengambil peran dalam upaya pemulihan tanpa membawa agenda politik.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendagri Tito: Lambatnya Data Korban Hambat Penyaluran Bantuan Bencana Sumatera
KSAD Maruli: Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera Paling Cepat Sepanjang Pengalaman Saya
KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Wilayah Bencana: Baut Dilepas, Biadab!
3.700 Sekolah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Pemerintah Kejar Pemulihan Jelang Tahun Ajaran Baru
Kemensos Salurkan Rp100,48 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
Kapolri Terjunkan 10.759 Personel untuk Tangani Banjir di Sumatra, Siap Tambah untuk Percepat Pemulihan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru