BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

KSAD Maruli Simanjuntak Jelaskan Biaya Rp150 Juta untuk Sumur Bor Korban Bencana: “Bukan untuk Satu Rumah, tapi Satu Desa”

Raman Krisna - Rabu, 07 Januari 2026 18:49 WIB
KSAD Maruli Simanjuntak Jelaskan Biaya Rp150 Juta untuk Sumur Bor Korban Bencana: “Bukan untuk Satu Rumah, tapi Satu Desa”
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan terkait pembangunan sumur bor untuk korban bencana di wilayah Sumatera, yang menelan biaya sekitar Rp150 juta dan sempat menjadi sorotan publik.

Menurut Maruli, sumur ini berbeda dengan sumur rumah tangga biasa.

Sumur bor tersebut ditujukan untuk masyarakat terdampak bencana yang kehilangan akses air bersih, dengan kedalaman pengeboran 100–200 meter agar dapat mencapai titik mata air.

Baca Juga:

Dengan demikian, sumur ini mampu menyediakan debit air yang cukup untuk beberapa rumah sekaligus.

"Sumur yang dibangun ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana. Kalau kita tidak menemukan mata air, air itu pasti akan habis," jelas Maruli kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, biaya tinggi tersebut diperlukan agar sumur mampu menyalurkan air ke banyak rumah sekaligus, berbeda dengan sumur rumah tangga yang hanya melayani satu keluarga.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menilai anggaran tersebut wajar.

Dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Maruli dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan bahwa biaya pembangunan sumur bor mencapai Rp100–150 juta, termasuk pengeboran, instalasi, dan tangki air.

Prabowo menekankan bahwa sumur ini harus dirancang untuk pemenuhan air bersih dalam skala besar.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah menyelesaikan pembangunan 206 unit sumur bor di 18 wilayah terdampak bencana banjir dan longsor.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, capaian ini melebihi target awal 161 unit, dengan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah terbanyak, yakni 177 unit.

"Pembuatan sumur bor ini tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran Polda Aceh, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Sumur bor ini membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana," ujar Joko.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Halmahera Barat Dilanda Banjir Setinggi 3 Meter dan Longsor, Dua Tewas dan Puluhan Rumah Rusak Berat
Bupati dan Kapolres Batu Bara Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Bersama Presiden RI Secara Virtual
Satgas Yonzipur Pasang Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Desa Terdampak Banjir di Tapsel
Prabowo Tegaskan Persaingan Politik Diperbolehkan: Masa Enggak Ada Lawannya? Dagelan Itu
Prabowo Sentil Tokoh yang Nyinyir: Kita Buktikan Indonesia Swasembada Pangan!
Delpin Barus Hadiri Sidang Paripurna HUT ke-22 Serdang Bedagai, Tekankan Semangat MANTAP untuk Pembangunan Berkelanjutan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru