Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan setiap desa yang masih padam telah mendapatkan bantuan generator set (genset) dari Kementerian ESDM.
Bantuan tersebut menjadi solusi sementara sambil menunggu percepatan pemulihan jaringan listrik oleh PLN.
"Setiap kampung yang padam sudah tersedia bantuan genset sambil menunggu percepatan recovery listrik dari PLN," kata Mustafa Kamal, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data terakhir, dari 295 desa di Aceh Tengah, 252 desa sudah menyala listrik sepenuhnya, termasuk sembilan kecamatan yang telah pulih 100 persen.
Sementara itu, desa yang masih padam tersebar di lima kecamatan, yaitu Ketol (10 desa), Linge (14 desa), Bintang (3 desa), Silih Nara (1 desa), dan Rusip Antara (16 desa).
Tiga rumah sakit juga telah kembali beroperasi dengan listrik, yakni RSUD Datu Beru, RSU Fandika, dan RS Gayo Medical Center.
Namun, sebanyak 24 desa di satu kecamatan masih terisolir, dengan total warga terdampak mencapai 10.914 orang.
Sejauh ini, tercatat korban meninggal akibat bencana mencapai 25 orang, sementara tiga lainnya masih hilang.
Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 5.414 warga lokal dan 587 warga dari luar Aceh Tengah, tersebar di 40 titik pengungsian.
Pemerintah daerah bersama PLN dan Kementerian ESDM terus melakukan upaya pemulihan jaringan listrik agar warga bisa kembali beraktivitas normal.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada fasilitas publik vital yang terdampak bencana.*